February 27, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Takut Disuntik, Kabur dari Rumah Sakit, Warga Hong Kong Positif Corona Divonis Penjara

3 min read
Li Wan-keung, pasien positif corona di Hong Kong yang kabur dari rumah sakit divonis penjara (Foto SCMP)

Li Wan-keung, pasien positif corona di Hong Kong yang kabur dari rumah sakit divonis penjara (Foto SCMP)

Informasi Pendaftaran Pemilih

HONG KONG – Seorang pasien COVID-19 di Hong Kong nekat kabur dari rumah sakit (RS) karena takut disuntik. Karena ulahnya itu, pasien tersebut akhirnya didenda jutaan rupiah hingga divonis selama enam bulan penjara. Mengutip SCMP, pasien bernama Li Wan-keung itu mendapatkan vonis dari pengadilan Kota Kowloon pada Jumat (05/02/2021) kemarin.

Li yang pengangguran mulanya dikirim ke sebuah fasilitas karantina di Penny’s Bay di Pulau Lantau pada 7 Desember 2020. Saat itu, Li dikarantina karena dia diduga telah melakukan kontak dengan seorang pasien yang sudah dikonfirmasi positif COVID-19.

Empat hari kemudian, Li ikut dinyatakan positif COVID-19. Lalu pada 14 Desember, Li langsung dikirim ke RS Queen Elizabeth untuk menjalani perawatan. Selama dirawat, Li pun diwanti-wanti untuk tidak meninggalkan bangsal isolasi tanpa persetujuan.

Namun, pria 63 tahun itu justru menyelinap keluar kamarnya pada pukul 5 sore di tanggal 18 Desember. Saat kabur, ia masih mengenakan seragam pasien. Pihak RS baru mengetahui bahwa Li kabur setelah meninjau rekaman pengawas.

Dua hari setelah hilang, keberadaan Li berhasil dilacak oleh polisi. Itu terjadi setelah seseorang mengaku melihat Li di kawasan Mong Kok pada pukul 10 malam waktu setempat.

Akhirnya, Li dikejar polisi dan dicegat di persimpangan Jalan Changsha dan Jalan Shanghai. Setelah berhasil dibekuk, Li kembali diserahkan ke RS yang sama.

Pada 23 Desember, Li dipulangkan dari RS setelah hasil tes menyebut ia negatif COVID-19. Meski demikian, Li tetap mendapatkan dakwaan atas pelanggaran COVID-19. Ia dituduh telah mengekspos infeksi virus kepada orang lain.

Sementara, saat sidang, Li mengonfirmasi bahwa ia memang kabur dari RS karena takut dengan suntikan. Kepada hakim, Li terang-terangan mengaku merasa kesakitan setiap kali pusarnya disuntik.

“Seorang perawat memberitahu saya bahwa saya masih memiliki empat suntikan yang harus dilakukan. Tahukah Anda, jarum yang menembus pusar Anda sangat menyakitkan. Jadi, dengan bodohnya, saya kabur,” ujar Li sembari menambahkan bahwa selama menghilang, ia tidur di jalanan karena rumahnya belum dibersihkan.

Karena Li mengaku bersalah, hakim lantas mengurangi vonis dari 9 bulan menjadi 6 bulan penjara. Meski begitu, ia tetap dikenai denda sebanyak 5 ribu dolar Hong Kong (Rp9 juta). Vonis itu diambil berdasarkan Peraturan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Hong Kong.

Ketika mendengar putusan itu, Li kembali meminta keringanan. Mengingat statusnya yang pengangguran, Li masih mengandalkan tunjangan bulanan pemerintah sebesar 5 ribu dolar Hong Kong.

Karena itulah, Li sempat memohon kepada hakim agar memberinya hukuman berupa denda, bukannya penjara.

Li juga mengaku masih mengurusi operasi hernia yang kini masih tertunda. Ia juga mengklaim bahwa ia akan kehilangan segalanya jika ia dibui karena masalah ini.

Namun, Wakil Hakim, Tobias Cheng Yun-chung tetap berpegang pada keputusan pengadilan dan menolak permintaan Li. Cheng berujar, Li perlu dipenjara meski sebelumnya ia bersih dari catatan kriminal.

Cheng juga menekankan bahwa tindakan Li kabur dari RS adalah sangat egois dan membahayakan keselamatan publik. Terlebih, saat Li kabur, Hong Kong tengah dihadapkan pada gelombang keempat infeksi virus corona.

Karena itulah, Cheng menyebut bahwa Li perlu mendapatkan ganjaran berupa hukuman penjara. Hukuman itu, menurut Cheng, bisa dijadikan cerminan bagi sifat pelanggaran Li yang dinilai sangat serius.

“Anda sangat egois. Anda telah mengabaikan keselamatan semua orang di Hong Kong karena ketakutan Anda akan rasa sakit. Sementara banyak orang di Hong Kong berusaha untuk mencegah penyebaran pandemi, tindakan Anda mungkin saja memicu gelombang infeksi baru,” ucap Cheng kepada Li. []

Advertisement
Advertisement