January 28, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Teladan Menghargai Hak Orang Lain dan Kesetaraan dalam Alquran

2 min read
Prime Banner

ApakabarOnline.com – Dalam konteks kehidupan bernegara dan berbangsa kita dituntut untuk memiliki sikap menghargai satu sama lain. Apalagi negara Indonesia dibangun atas dasar keragaman yang tidak hanya didirikan oleh orang Islam atau suku tertentu akan tetapi oleh banyak pihak dengan beragam latar belakang.

Islam melalui Al-Qur’an memberikanteladan untuk menghargai kesetaraan dan orang lain. Misalnya Al-Qur’an Surat al-Maidah Ayat 8. Di dalam ayat ini Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah! Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Dalam ayat Al-Qur’an yang lain QS. An-Nahl Ayat 90 Allah SWT juga berfirman:

اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Bahkan di dalam Surat al-Mumtahinah Ayat 8, Allah juga dengan tegas mengisyaratkan penjagaan harmoni kehidupan itu sebagai berikut:

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Artinya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”

Selain melalui isyarat ayat Al-Qur’an, Rasulullah sebagai rasul pembawa risalah, juga banyak memberi contoh keteladanan dalam menjaga harmoni kehidupan.

Misalnya, sebagaimana tergambar dalam hadits berikut:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عمر رضي الله عنهما، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَد مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا. أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ.

Artinya: “Dari sahabat Abdullah ibn Umar radliyallahu ‘anhuma, dari Nabi SAW, beliau bersabda: Barangsiapa membunuh seorang mu’ahad (taat kepada kesepakatan bersama meskipun non-Muslim), maka dia tidak akan mencium bau surga. Sesungguhnya bau surga bisa tercium sedari perjalanan 40 tahun.” (HR Bukhari).

Dalam riwayat yang lain, dari jalur sanad Shafwan ibn Salim disebutkan, bahwa Rasulullah SAW memberi peringatan yang keras kepada kaum muslimin yang berlaku aniaya terhadap kafir mu’ahad. Rasulullah bersabda:

ألا من ظلم معاهدا ، أو انتقصه، أو كلفه فوق طاقته، أو أخذ منه شيئا بغير طيب نفس ، فأنا حجيجه يوم القيامة . رواه أبو داود

Artinya: “Ingatlah! Barangsiapa berlaku aniaya terhadap seorang mu’ahad, menekannya, atau membebaninya dengan beban yang tidak mampu ia tanggung, atau merampas hak mereka, maka aku adalah orang yang akan memintakan pertanggungjawabannya (mu’ahad) kelak di hari kiamat.” (HR. Abu Dawud).

Suatu ketika Abu Musa Al-Asy’ari mendapati ada seorang Yahudi sedang berada di sisi Rasulullah SAW. Tiba-tiba si Yahudi ini bersin. Mendapati hal itu, spontan Rasulullah SAW berdoa:

يهديكم الله ويصلح بالكم

Artinya: “Semoga Allah memberi hidayah kepadamu dan membagusi masa depanmu!” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Bahkan, di kesempatan lain, Al-Thufail ibn Amru al-Dausy mendatangi Rasulullah SAW lalu berkata:

إن دوسا هلكت أي عصت وأبت فادع الله عليهم

Artinya: “Sesungguhnya masyarakat Daus telah berbuat kerusakan (durhaka dan menentang dakwah). Maka doakanlah tuan agar mereka ditimpa azab dari Allah SWT!”   Apa jawab Nabi? Rasulullah SAW justru berdoa:

اللهم اهد دوسا وأت بهم

Artinya: “Ya Allah! Berilah hidayah masyarakat Daus dan kirimlah seseorang yang bisa membimbing mereka!” (HR. Bukhari).

Itulah teladan Islam melalui ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis tentang sikap harmoni menghargai kesetaraan dan hak orang lain. Semoga bermanfaat. Amin.[]

Advertisement
Advertisement