January 31, 2023

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Temuan Amoeba Pemakan Otak, Menyerang di Beberapa Negara, Resahkan Dunia

2 min read

JAKARTA – Dunia kembali dihebohkan oleh permasalahan kesehatan baru. Baru-baru ini, sejumlah negara di dunia menemukan kasus infeksi Naegleria Fowleri atau amoeba pemakan otak.

Naegleria fowleri adalah amoeba yang biasa ditemukan di danau air tawar hangat, sungai, kanal, dan kolam di seluruh dunia. Amoeba itu masuk melalui hidung dan berjalan ke otak untuk menghancurkan jaringan otak.

Sebenarnya, infeksi ini bukanlah hal yang baru. Sebanyak 381 kasus Naegleria Fowleri telah dilaporkan pada tahun 2018 lalu.

Lantas, negara apa saja yang melaporkan kasus amoeba mematikan ini pada tahun 2022? Berikut daftarnya:

 

  1. Korea Selatan (Korsel)

Korsel pada Senin (26/12/2022), melaporkan telah menemukan infeksi dari Naegleria fowleri, atau amoeba pemakan otak’, di negara itu. Ini merupakan infeksi pertama amoeba mematikan itu di Negeri Ginseng.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengkonfirmasi bahwa seorang warga negara Korea yang meninggal setelah kembali dari Thailand terinfeksi Naegleria fowleri. Amoeba ini dikenal dapat merusak otak manusia.

“Pria berusia 50-an itu kembali ke Korea pada 10 Desember setelah tinggal selama empat bulan di negara Asia Tenggara itu dan dirawat di rumah sakit keesokan harinya. Ia meninggal pada Selasa pekan lalu,” lapor KDCA dikutip Yonhap.

KDCA mengatakan kemungkinan penularan Naegleria fowleri dari manusia ke manusia rendah tetapi meminta penduduk setempat untuk menahan diri berenang di daerah tempat penyakit itu menyebar.

 

  1. Amerika Serikat (AS)

AS menemukan kasus mematikan ini pada Oktober lalu. Dalam insiden itu, seorang bocah laki-laki meninggal dunia. Laporan CNN International menyebut anak itu mungkin telah terpapar di Danau Mead, Nevada Selatan.

Para pejabat tidak merilis nama atau usia pasti dari orang yang meninggal tersebut, namun mengatakan bahwa dia berusia di bawah 18 tahun.

“Ini adalah kematian pertama yang dikonfirmasi disebabkan oleh paparan Naegleria Fowleri di Area Rekreasi Nasional Danau Mead,” kata pengelola taman itu.

Menurut Pusat Pencegahan Penyakit AS (CDC), amoeba mikroskopis umumnya ditemukan di air tawar yang hangat, tetapi infeksi jarang terjadi. Hanya 31 infeksi Naegleria fowleri yang dilaporkan di AS antara 2012 dan 2021, kata CDC. Sementara infeksi jarang terjadi, mereka hampir selalu berakibat fatal.

 

  1. Pakistan

Di tahun 2022 ini, Negeri Ali Jinnah itu telah menemukan 6 kasus infeksi amoeba ini. Terakhir kali kasus ditemukan pada Oktober lalu.

Pejabat di Pusat Medis Pascasarjana Jinnah (JPMC) di Karachi, Pakistan melaporkan seorang individu berusia 28 tahun telah meninggal karena amoeba itu.

“Pasien tidak memiliki riwayat berenang dan rumah mereka dipasok air melalui tanker,” menurut keluarga pasien itu kepada Outbreak News. []

 

Advertisement
Advertisement