Terkenan Sejak Ditinggal Istri Menjadi PMI, Seorang Pria di Jember Ditemukan Tak Bernyawa Mengambang di Sungai
2 min read
JAKARTA – Warga di sekitar Sungai Bedadung, Kecamatan Balung Kabupaten Jember dibuat geger dengan temuan mayat mengambang. Setelah dilihat dari dekat, saksi menyadari bahwa tubuh tersebut sudah tidak bernyawa. Temuan itu segera dilaporkan ke kepala dusun dan diteruskan ke Polsek Balung.
“Kami bersama SPKT langsung mendatangi lokasi. Karena kondisi jenazah sulit dikenali, langsung kami bawa ke rumah sakit Balung sambil menunggu laporan warga yang kehilangan keluarga,” jelas Kanit Reskrim Polsek Balung, Aiptu Slamet pada 27 November 2025 kemarin.
Sekitar satu jam kemudian, jenazah dipindahkan ke RSD dr. Soebandi Jember untuk pemeriksaan luar. Tak lama kemudian Unit Inafis berhasil mengidentifikasi jenazah dan memunculkan data korban melalui alat identifikasi.
“Dari Inafis muncul nama serta alamatnya. Setelah kami hubungi kepala dusun, ternyata benar bahwa korban adalah warga Dusun Jogaran,” ucap Slamet.
Hasil pemeriksaan luar menemukan luka robek di bagian kepala yang diduga akibat benturan dengan batu saat korban terseret arus.Terkait penyebab pasti, polisi menyatakan dugaan sementara korban terpeleset saat berada di sekitar sungai.
“Secara luar hanya ada luka robek di kepala, kemungkinan karena benturan batu. Tidak ada luka lain yang mengarah ke kekerasan,” tegasnya.
Slamet juga menyampaikan, keluarga korban menyebut Saefur Rohman tengah mengalami tekanan batin karena istrinya yang bekerja sebagai PMI di luar negeri tidak pernah pulang dalam lima tahun terakhir.
“Menurut informasi keluarga, korban ini istrinya lima tahun di Arab Saudi dan tidak pernah pulang. Ada dugaan dia merasa tertekan,” ungkapnya.
Aiptu Slamet, menceritakan kronologi awal hilangnya korban. Pada Selasa, 25 November 2025, sekitar pukul 05.00 WIB, korban keluar rumah tanpa diketahui oleh anaknya yang masih berusia 11 tahun.
“Setelah anaknya terbangun sekitar pukul 06.00 WIB pintu rumah sudah terbuka. Ayahnya dicari nggak ada. Mungkin anaknya nggak kepikiran macam-macam lalu tetap berangkat sekolah,” ujarnya, Kamis, 27 November 2025.
Sepulang sekolah, anak korban tidak mendapati ayahnya pulang hingga malam hari. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya.
Istri korban yang berada di Arab Saudi, telah dihubungi pihak kepolisian. Ia menyatakan menolak otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Kami sudah sampaikan kepada istrinya. Mereka membuat surat pernyataan bahwa tidak menginginkan dilakukan autopsi,” pungkasnya. []
