September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Terlilit Hutang, Diduga Menjadi Korban Penipuan Investasi Online, Mantan PMI Hong Kong Asal Blitar Menyerahkan Diri Pada Tali Gantungan

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

BLITAR – Suasana pagi di Desa Sidorejo Kecamatan Doko Kabupaten Blitar yang biasanya selalu membawa hawa segar ditengah tenang dan damainya alam pedesaan, kemarin (27/08/2021) pagi menjadi hingar bingar, setelah salah seorang warganya diketahui meninggal dunia dengan cara menggantungkan diri pada seutas tali di bangunan kandang kambing belakang rumahnya.

Kabar tersebut menyebar dengan cepat, hingga warga sekitar berduyun-duyun mendatangi TKP memastikan kenebarannya.

Adalah Sujiati (53) mantan pekerja migran Indonesia (PMI) Hong Kong yang melakukannya.

Peristiwa yang dilakukan Mujiati tersebut kali pertama diketahui oleh Sujoto (62) suaminya sendiri.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kepolisian Sektor Doko, kronologi terungkapnya peristiwa tersebut diawali saat Sujoto terbangun dari tidurnya pada pagi hari terkejut mendapati sang istri tidak ada disebelahnya. Pun demikian tidak ada didalam rumahnya.

Sujotopun berusaha mencari-cari, hingga saat dia membuka pintu belakang rumahnya yang sudah dalam kondisi tidak terkunci dari dalam, pandangan mata Sujoto dibuat penasaran dengan apa yang dia lihat di kandang kambing miliknya yang posisinya di belakang rumah.

Setelah Sujoto mendekat ke kandang kambing, betapa terkejutnya dia, ternyata penampakan yang dia lihat dari dalam rumahnya adalah istrinya yang telah tidak lagi bernyawa dalam kondisi menggantung pada seutas tali.

Melihat hal tersebut, Sujoto yang telah berhasil menguasai dirinya langsung meminta bantuan tetangga dan menghubungi kepala dusun. Kemudian kabar tersebut diteruskan ke Kepolisian.

Informasi yang berhasil dihimpun ApakabarOnline.com dari berbagai sumber menyebutkan, almarhumah Sujiati sampai nekat mengakhiri hidupnya setelah sadar telah tertipu rayuan berinvestasi online berkedok asuransi. Padahal korban telanjur mentransfer uang puluhan juta hasil utang ke para tetangganya, namun bagi hasil yang dijanjikan pelaku penipuan tak kunjung cair.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Doko, Iptu Heri Purnomo Yulianto.

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan bekas-bekas kekerasan atau penganiayaan. Korban meninggal benar-benar karena gantung diri, dan dari pihak keluarga memohon untuk tidak dilakukan autopsi,” jelas Kapolsek Doko

Sebelum nekad mengakhiri hidup dengan cara tragis itu, rupanya almarhumah  mengeluh kepada beberapa anaknya. Korban mengaku memiliki banyak utang ke beberapa tetangga yang nominalnya mencapai ratusan juta. Dia juga cerita menjadi korban penipuan di medsos. Namun tidak ada satupun anaknya yang secara jelas mengetahui penyebab kekalutan sang ibu.

“Mengeluh ke anaknya banyak punya utang ke tetangga sampai ratusan juta. Mengaku ditipu juga di medsos. Ini kami sedang dalami keterangannya dari para saksi,” imbuhnya.

Saat meminta keterangan dari pihak keluarga, mereka juga menunjukkan tiga lembar surat wasiat yang ditulis almarhumah sebelum nekat gantung diri. Namun polisi masih menyimpannya dulu sebagai barang bukti untuk pengembangan penyidikan kasus ini. []

Advertisement
Advertisement