February 23, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ternyata, Psikolog Cantik Ini Mantan BMI Taiwan Lho

2 min read

PURWOKERTO – Menjadi buruh migran bagi perempuan ajang keahiran 25 tahun silam berawal dari keterpaksaan. Saat separoh perjalanan menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto telah dia jalani, tiba-tiba kondisi finansial memaksanya untuk memutar haluan.

Perempuan tersebut adalah Risa Yuliana. Terpaksa mengambil cuti kuliah hingga beberapa tahun lamanya setelah kesulitan ekonomi memaksanya untuk meninggalkan almamater tercinta. Risa mengawalinya dengan mencari pekerjaan di Indonesia. Dengan harapan, gajinya bisa ditabung, kemudian digunakan untuk menyelesaikan studinya. Namun, ternyata gaji di Indonesia nilainya jauh dibawah harapannya. Jangankan untuk ditabung, cukup untuk biaya hidup, sudah syukur Alhamdulilah.

 

Baca : [Luar Biasa, Dulu Domestic Helper, Sekarang Bergelar Doktor Bidang Ilmu Hukum ]

 

Hingga suatu hari, sebuah informasi lowongan kerja sebagai care giver di Taiwan terdengar ke telinganya. Tanpa ragu, Risa memantabkan diri untuk melamarnya. 2 tahun lamanya Risa bekerja di Taiwan.

Pergaulannya dengan sesama BMI di Taiwan, membuat Risa semakin bersemangat untuk kembali ke almamaternya, menyelesaikan studinya di fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang telah dia jalani selama 4 semester lamanya. Di Taiwan, Risa berkenalan dengan beberapa BMI yang selama bekerja, mereka menyempatkan diri melakukan capacity building dengan berbagai cara. Ada yang kuliah di Universitas terbuka, ada yang terlibat aktif di kelompok kajian-kaijan, bahkan ada pula yang menggerakkan persyarikatan Muhammadiyah tempatnya ditempa di Indonesia.

 

Baca : [Pemerintah Yakin, Muhammadiyah Bisa Selesaikan Persoalan Pendidikan Anak BMI ]

 

Berjuang keras mengejar ketertinggalan selama sekian tahun lamanya, Risa kembali ke almamater melanjutkaan studinya. 2 tahun kemudian, Risa berhasil menyelesaikan kuliahnya. Gelar sarjana Psikologi berhasil diraihnya dengan IPK 3,81. Perolehan Risa, tercatat sebagai wisudawati terbaik nomer dua saat itu.

 

Baca : [Universitas Muhammadiyah Jakarta Tawarkan Kuliah Gratis Pada Anak PMI ]

 

Kini, berbekal ilmu dan gelar sarjana, bagaimana Risa akan menjalani hari selanjutnya ? Apakah  antara ekspektasi  dunia kerja di Indonesia dengan kenyataan dilapangan, sesuai dengan yang Risa bayangkan ? [Asa/PWM]

Advertisement
Advertisement