December 6, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tertimpa Beton, Seorang PMI Asal Kebumen Harus Diamputasi, Koma Empat Bulan dan Kehilangan Ingatan

2 min read
-

HONG KONG – Niat mendapatkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik, adalah motivasi dasar setiap pekerja migran Indonesia pada umumnya saat mereka berproses akan bekerja ke luar negeri. Berbagai harapan terkembang seiring dengan kerja keras dan progres yang di jalani di negara penempatan akan masa depan di kampung halaman.

Namun bagaimana halnya jika sebuah aral datang menimpa, hingga menyisakan derita yang meremukan raga dan jiwa ?

Seperti yang dialami oleh seorang PMI asal Kebumen Jawa Tengah ini. Adalah Dadang Lukmanto, pekerja migran Indonesia di Jepang yang berasal dari RT 04 RW 01 Desa Tersobo, Kecamatan Prembun, Kebumen Jawa Tengah, kini hanya bisa terbaring diatas pembaringan.

Pasalnya salah satu kaki Dadang harus diamputasi, dan secara kognitif, akibat kecelakaan kerja yang menimpa dirinya saat itu, Dadang mengalami amnesia.

Bahkan akibat kejadian itu, Dadang sempat koma selama empat bulan. Kondisi Dadang sudah berangsur pulih. Kaki kanannya harus diamputasi dan kaki kirinya masih belum bisa digerakan.

“Awalnya nggak ingat apa-apa, kaya hilang ingatan itu. Tapi alhamdulillah ingatanya sudah mulai pulih. Sudah kenal ibunya, tahu tempat dia bekerja sebelumnya. Tapi ada juga yang belum ia ingat,” ujar sang ibu Sri Nuryani.

Nuryani juga bersyukur, pihak perusahaan memberikan perhatian dan tanggungjawabnya atas musibah ini.

Seluruh pembiayaan pengobatan ditanggung perusahaan.

Selain diberikan pesangon ratusan juta, Dadang juga tetap dikasih gaji bulanan oleh perusahaan sampai akhir hayatnya.

Nasib Dadang mendapatkan perhatian dari Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH yang menjenguk ke rumah Dadang.

Bupati menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa warganya.

Terlebih kondisi Dadang sampai saat ini yang belum sembuh total. Dia bahkan sempat mengalami amnesia atau hilang ingatan, dan sampai saat ini masih dalam tahap pemulihan.

“Jadi mas Dadang ini masih ada rasa trauma. Kalau ada benda jatuh dia kaget. Mendampingi orang seperti ini memang harus sabar, dan terus diberikan semangat. Karena trauma itu bisa hilang kalau terus dilatih dengan hal-hal positif,” ujar Bupati Arif Sugiyanto, Kamis (14/10/2021).

Kepada Dadang, Bupati Arif menceritakan dirinya saat bertugas di kepolisian, juga sempat mengalami trauma karena tertembak saat latihan. Namun perlahan, rasa trauma itu bisa hilang. Caranya dengan selalu menghibur diri, mengisi kegiatannya dengan hal positif.

“Harus tetap optimistis, semangat, yakinlah semua akan berlalu. Allah tidak akan menguji hamba-nya di luar batas kemampuannya. Dan terus bersyukur masih diberi kehidupan, masih bisa melihat keluarga, masih bisa berkumpul dengan orangtua,” terang Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga turut memberikan tali asih sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warganya.

Doa dan harapan dipanjatkan semoga Dadang cepat diberikan kesembuhan, dan keluarga diberikan kesabaran. []

Sumber Suara Merdeka

Advertisement
Advertisement