April 16, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tertinggi di Asia Tenggara, 13.624 Kasus Positif COVID-19 di SIngapura Memaksa Membangun Rumah Sakit Darurat Corona

3 min read
Informasi Pendaftaran Pemilih

SINGAPURA – Singapura sempat masuk kategori negara aman dari COVID-19 di dunia. Namun sebulan belakangan, tabulasi data kasus positif di negeri berlambang singa tersebut membuat Singapura terkerek naik namanya ke dalam daftar negara dengan kasus positif COVID-19 terbanyak di Asia Tenggara.

Mengutip Channel News Asia, sampai dengan hari ini (26/04/2020), Singapura mencatatkan 931 kasus baru yang membuat total kasus virus Corona mereka menjadi 13.624 kasus.

“Dari 931 kasus baru, mayoritasnya berasal dari mereka yang tinggal di hunian bersama pekerja asing. Hanya 15 kasus yang berasal dari penduduk tetap Singapura,” ujar Kementerian Kesehatan Singapura dalma keterangan persnya.

Kementerian Kesehatan Singapura melanjutkan bahwa belum semua detil diungkap terkait penambahan kasus yang tinggi tersebut. Mereka berkata, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan dan diharapkan sudah bisa disampaikan pada malam ini.

Sebagai catatan, saat ini, Singapura sedang berada dalam status lockdown atau yang mereka sebut sebagai “Circuit Breaker”. Dengan status tersebut, maka seluruh bisnis non-esensial tidak diperbolehkan beroperasi dan penduduk hanya boleh meninggalkan rumah untuk membeli makanan, kebutuhan sehari-hari, atau berolahraga selama sendirian.

Mereka yang bekerja di sektor esensial pun juga terkena pengetatan. Pemerintah Singapura membatasi jumlah mereka yang boleh bekerja untuk memastikan tidak ada terlalu banyak orang di lokasi kerja.

Awalnya, lockdown tersebut ditargetkan berakhir pada tanggal 4 Mei nanti. Namun, karena pandemi virus Corona (COVID-19) belum menunjukkan tanda-tanda akan berkurang signifikan, pemerintah Singapura memutuskan untuk memperpanjangnya hingga 1 Juni.

“Saya yakin pasti akan ada banyak yang kecewa dengan perpanjangan ini karena berdampak besar terhadap usaha dan mata pencaharian kalian. Namun, saya harap kalian bisa paham bahwa hal ini dibutuhkan,” ujar Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, beberapa hari lalu.

Mengutip Reuters.com, saat ini Singapura tengah membangun rumahsakit darurat dengan cepat untuk pasien virus corona di ruang pameran yang luas dan fasilitas sementara lainnya. Upaya ini menyusul lonjakan kasus, terutama di antara komunitas besar pekerja migran bergaji rendah.

Tingkat infeksi ini merupakan salah satu yang tertinggi di Asia. Asrama-asrama sempit yang menampung lebih dari 300.000 pekerja di Singapura menjadi pusat penyebaran virus terkini.

Salah satu lokasi yang menjadi fasilitas kesehatan darurat adalah Pusat Pameran Changi yang menjadi lokasi Singapore Airshow, pertemuan dirgantara terbesar di Asia. Lokasi ini dapat menampung lebih dari 4.000 pasien dalam pemulihan dan pasien dengan gejala ringan.

“Seluruh proses pembangunan infrastruktur memerlukan waktu enam hari,” kata Joseph Tan, anggota panitia penyelenggara untuk fasilitas sementara kepada Reuters.

Para pasien pertama, terutama adalah warga negara Bangladesh dan India. Para pasien ini dipindahkan ke ruang konferensi yang luas, dipartisi menjadi kamar untuk delapan hingga 10 orang. Kamar ini dilengkapi dengan tempat tidur logam, laci penyimpanan plastik dan kipas.

Para buruh muda tenaga kerja asing di Singapura ini memiliki penghasilan US$ 15 per hari, tinggal di asrama dengan akomodasi tempat tidur di daerah yang jarang dikunjungi wisatawan. Banyak dari mereka berada di karantina akibat penyebaran wabah. Sementara para pekerja yang masih ada di asrama terus menghadapi ancaman terkena virus.

Pusat isolasi baru di Changi memiliki monitor tekanan darah di setiap ruang dan peralatan medis lain untuk pasien mengecek kondisi kesehatan tiga kali sehari. Sedangkan robot-robot dengan pengendali jarak jauh menyediakan makanan dan layanan telekonferensi untuk mengurangi kontak.

Otoritas Singapura juga menguji coba robot anjing yang dibangun oleh Boston Dynamics di fasilitas ini. Robot ini bisa digunakan untuk mengirimkan obat ke para pasien atau mengukur suhu tubuh.

Sementara fasilitas indoor Changi dapat menampung 2.700 pasien dan perluasan luar ruang yang sedang berlangsung akan menambah kapasitas sebanyak 1.700 tempat tidur. Pusat konferensi terdekat bernama EXPO sudah menampung ratusan pasien Covid-19. []

Advertisement
Advertisement