Tidak Sesejuk Sebelumnya, Suhu Minimum Bis Umum di Hong Kong Bakal Dinaikan
2 min read
HONG KONG – Dua operator bus waralaba utama Hong Kong, KMB dan Citybus, telah mengeluarkan pedoman internal untuk mengurangi penggunaan bahan bakar di tengah kenaikan harga minyak global, dengan menetapkan suhu kabin minimum 25 derajat Celcius.
Langkah ini diambil di tengah ketidakstabilan di Timur Tengah yang terus mendorong kenaikan biaya energi, menambah tekanan pada operator transportasi.
Menurut pengumuman internal yang beredar daring, KMB telah menyesuaikan suhu kabin menjadi antara 25,5 derajat dan 27,5 derajat, sementara Citybus telah menyarankan pengemudi untuk mematikan pendingin udara dan membuka jendela selama perjalanan tanpa penumpang. Pengemudi juga diberitahu untuk tidak menghidupkan mesin atau mendinginkan bus dengan pendingin udara sebelum berangkat dari terminal.
Langkah-langkah tersebut menuai beragam reaksi. Beberapa penumpang mengatakan langkah-langkah itu dapat dimengerti mengingat kenaikan biaya bahan bakar, sementara yang lain mengeluhkan aliran udara yang lebih lemah dan kondisi yang lebih panas, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang kenyamanan selama musim panas.
Para pelaku industri mencatat bahwa tindakan seperti mematikan pendingin udara saat bus tidak beroperasi tidak akan secara langsung memengaruhi penumpang. Mereka menambahkan bahwa suhu kabin biasanya dikendalikan oleh sistem yang telah diatur sebelumnya, bukan oleh pengemudi individu.
Serikat Pekerja Transportasi Bermotor Umum memperingatkan bahwa suhu tinggi dan ventilasi yang buruk dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi pengemudi dan memengaruhi keselamatan jalan raya.
Serikat pekerja mendesak pihak berwenang untuk turun tangan, menyerukan agar suhu kabin diturunkan hingga sekitar 23 derajat. Mereka juga menyarankan pemasangan kipas angin di kabin pengemudi dan pembagian penghematan biaya bahan bakar dengan staf garda depan.
Departemen Perhubungan mengatakan bahwa pedoman tersebut sebagian besar mencerminkan praktik yang sudah ada, termasuk mengurangi mesin yang menyala saat berhenti dan menghindari akselerasi atau pengereman yang mendadak.
Ditambahkan pula bahwa mematikan pendingin udara selama perjalanan tanpa penumpang bersifat anjuran, dan pengemudi dapat menggunakan kebijaksanaan berdasarkan kondisi aktual.
Pihak berwenang menekankan bahwa operator harus menjaga komunikasi dengan staf dan memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil tidak mengganggu layanan penumpang atau keselamatan berkendara. []
