January 21, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tiga Anak PMI yang Diterlantarkan Ortunya Dikunjungi dan Diajak Makan Bareng Kang Emil

2 min read

INDRAMAYU – Ironi getirnya hidup yang seharusnya belum mereka rasakan, faktanya telah dirasakan dan dialami oleh tiga anak warga Indramayu harus berjuang hidup tanpa orang tua setelah ditinggal pergi ayah ibunya. Mereka tak terurus, bahkan terpaksa harus putus sekolah. Sang ayah pamitnya merantau ke Jakarta tanpa pernah kembali lagi, sedangkan ibunya meninggalkan mereka setelah menikah dan pergi ke luar negeri menjadi PMI.

Mengetahui informasi tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun menemui mereka, terutama untuk memastikan tiga anak itu bisa kembali melanjutkan sekolah dan terurus.

Bahkan, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun menyempatkan makan siang bersama mereka. Senyum sumringah tampak dari wajah-wajah mereka saat makan siang bersama orang nomor satu di Jabar itu.

Bersama Bupati Indramayu Nina Agustina, Kang Emil makan siang dengan ketiga anak tersebut pada Selasa (14/12/2021) siang kemarin.

“Di sini ada tiga anak perempuan yang ditinggal ayahnya mengembara tidak pulang, ditinggal ibunya yang nikah lagi tidak diurus, sehingga terputus sekolahnya,” kata Kang Emil.

Menurut Kang Emil, anak-anak Jabar tidak boleh ada yang telantar apalagi sampai berhenti sekolah. Atas dasar itu, ia bersama Bupati Indramayu memastikan ketiga anak tersebut akan bisa kembali bersekolah.

Apalagi, kata Kang Emil, anak-anak tersebut memiliki cita-cita yang mulia. Ada yang bercita-cita menjadi dokter. Ada juga yang ingin menjadi guru.

“Oleh karena itu tidak boleh ada anak Jawa Barat yang putus sekolah, oleh karena itu kami datang untuk memastikan bersama ibu bupati agar anak-anak kembali sekolah. Cita-citanya mulia, ingin menjadi dokter, ingin menjadi guru,” ucapnya.

Selain memastikan pendidikan mereka, Kang Emil bersama Pemda Kabupaten Indramayu juga memberikan bantuan berupa sembako sampai kado ulang tahun. Pemda Provinsi Jabar pun akan memperbaiki rumah ketiga anak tersebut.

“Diurus oleh bibinya sebatang kara, nanti bibinya juga kita bantu, rumahnya kita perbaiki. Pokoknya di Jawa Barat tidak boleh ada anak yang putus sekolah,” ucap Kang Emil.

Andai semua anak PMI yang diterlantarkan orangtua mereka bisa direngkuh dan dijamin kehidupannya oleh kepala daerah mereka masing-masing. Semoga []

Advertisement
Advertisement