October 24, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tragis, Kematian Balita yang Ditinggal Sendirian Demi Pampers Gratis

2 min read
Ditinggal ngantri pampers, seorang balita tanpa pengawasan jatuh dari lantai 10 (kolase foto istimewa)

Ditinggal ngantri pampers, seorang balita tanpa pengawasan jatuh dari lantai 10 (kolase foto istimewa)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Beberapa hal memilukan mulai terkuak dibalik insiden mengerikan, jatuhnya seorang balita berusia 2 tahun dari lantai 10 di depan Man Yiu Optical co Man Yuen Street nomor 16 Yau Ma Tei sekira pukul 10:11 kemarin (27/09/2021) hingga mengakibatkan kematian pada petang harinya.

Hasil penyelidikan Polisi yang disampaikan ke awak media menyebutkan, saat peristiwa tersebut terjadi, ibu dari balita naas tersebut tengah pergi meninggalkannya seorang diri untuk mengantar kakaknya ke sekolah sekaligus mengantri pampers gratis sejak jam 09 pagi.

Kuat dugaan, balita tersebut terbangun dari tidurnya sebelum ibunya datang lalu naik ke dipan bagian atas kemudian berusaha meraih sebuah lampion yang digantung diluar jendela yang diduga benda tersebut merupakan mainannya.

Namun naas, saat bocah tersebut meraih mainan diluar jendela, tubuh mungilnya melayang jatuh menimpa sebuah mobil Nissan Serena kemudian terpental lagi dan jatuh ke bibir trotoar.

Dari gambaran tersebut, fakta bahwa kehidupan sehari-hari balita tersebut hanyalah dengan kakak dan ibunya yang berstatus paperan.

Sulitnya kondisi perekonomian yang harus dijalani oleh PMI paperan tersebut membuat dirinya sampai nekat meninggalkan balitanya seorang diri di lantai 10 sebuah apartemen tanpa mampu membayar orang lain untuk memberikan pengawasan.

Perjalanan ibu balita mengantar kakaknya ke sekolah harus diperpanjang waktunya dengan mengantri pampers gratis.

Jatuh dari Lantai 10, Anak Mbak Paperan Berusia Dua Tahun Akhirnya Meninggal

Meskipun dalam kondisi tidak mampu secara ekonomi, PMI paperan ibu balita naas tersebut tetap menghadapi tuduhan pengabaian serta pelecehan terhadap anak dibawah umur yang menjadi tanggung jawab pengawasan dan perlindungannya.

Kini, PMI paperan ibu balita naas tersebut tengah menjalani penahanan di Kantor Kepolisian Distrik Yau Ma Tei untuk ditindaklanjuti kasusnya ke penuntutan.

Pelajaran berharga, jangan bertahan hidup di Hong Kong dengan status paperan. Lebih baik pulang ke kampung halaman daripada  hidup di negara orang tanpa ketidakpastian baik status kewarganegaraan maupun perekonomian. []

Advertisement
Advertisement