September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Update Pantauan Kondisi Pasca Gempa Malang Per jam 18 :00 10 April 2021

4 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

MALANG – Gempa bumi dengan kekuatan 6,7 SR mengguncang beberapa kawasan di pesisir selatan Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Bali. Gempa yang berpusat di Barat Daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 km tersebut terjadi pada pukul 14:00:15 siang hari ini (10/04/2021).

Merilis data yang dilaporkan Kalaksa BPBD Jawa Timur, untuk wilayah Jawa Timur, Gempa Bumi dirasakan dibeberapa wilayah yang antara lain :

  1. Dirasakan IV MMI :

– Kab. Malang

– Kab. Blitar

  1. Dirasakan III – IV MMI :

– Kab. Kediri

– Kab. Trenggalek

– Kab. Jombang

  1. Dirasakan III MMI :

– Kab. Sidoarjo

– Kota Surabaya

– Kab. Bangkalan

– Kab. Sampang

– Kab. Pamekasan

– Kab. Sumenep

– Kab. Madiun

– Kab. Ponorogo

– Kab. Pacitan

– Kota Batu

– Kab. Tuban

– Kab. Nganjuk

– Kab. Ngawi.

Hingga petang hari ini, informasi kerusakan terjadi di beberapa daerah seperti Malang, Kota Batu, Lumajang, dan Blitar.

Di Kabupaten Malang, dilaporkan 10 Kecamatan terdampak gempa.

“Sudah 10 kecamatan melaporkan adanya dampak kerusakan gempa bumi, kerusakan yang dimaksud adalah konstruksi bangunan,” ujar Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan dikutip dari detikcom, Sabtu (10/04/2021).

Sadono membeberkan sepuluh kecamatan tersebut adalah Poncokusumo, Wajak, Dampit, Turen, Sumbermanjing Wetan, Bantur, Donomulyo, serta Gondanglegi.

“Untuk berapa bangunan yang mengalami kerusakan masih dilakukan pendataan,” bebernya.

Menurut Sadono, untuk jumlah wilayah terdampak gempa bumi diprediksi akan bertambah, karena gempa bumi dirasakan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Malang belum menerima adanya korban pasca gempa terjadi.

“Untuk sementara dilaporkan adanya dampak kerusakan saja,” tuturnya.

Gempa di Malang Akibatkan Kerusakan di 16 Daerah di Jawa Timur

Adanya dampak kerusakan gempa bumi di Malang banyak diunggah warga di media sosial, diantaranya kerusakan sebuah lembaga pendidikan di wilayah Turen, Kabupaten Malang, rumah warga yang ambruk hingga mengalami kerusakan seperti tembok retak di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, serta Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri menambahkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan BPBD untuk mencatat wilayah yang terdampak gempa bumi. Ma’muri menegaskan, adanya gempa susulan pasca gempa bumi 6.7 M terjadi. Gempa susulan tersebut berkekuatan 3.1 M yang terjadi sekitar pukul 14.52 WIB.

“Gempa susulan terjadi satu kali, pasca gempa 6.7 M, gempa terjadi pukul 14.52 dengan kekuatan 3.1 M. Kami masih berkoordinasi dengan BPBD untuk mencatat wilayah yang terdampak,” kata Ma’muri.

Di Kabupaten Blitar, hingga pukul 15.00, dilaporkan ada jumlah kerusakan bangunan di Kabupaten Blitar, antara lain di Kecamatan Binangun, Lodoyo, dan Kesamben. Namun, Kepala BPBD Kabupaten Blitar Achmad Cholik belum bisa merinci jenis kerusakan, baik fasilitas umum maupun rumah warga. Dirinya masih menunggu laporan resmi dari kepala wilayah, dalam hal ini camat.

Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar di Kecamatan Kanigoro dilaporkan rontok gentingnya. Selain itu, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar dilaporkan mengalami kerusakan lebih parah.

Tidak hanya gentingnya yang berjatuhan, tembok di beberapa bagian gedung itu juga ambrol. Informasi dari staf DPRD Blitar, kerusakan terparah terjadi di ruang rapat paripurna. Sedangkan di Kota Blitar, gempa merusak belasan bangunan perkantoran, sekolah, rumah warga dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) Mardhi Waluyo. Wakil Direktur RSUD Mardhi Waluyo Herya Putra mengatakan terjadi kerusakan di sejumlah kamar di Ruang Cempaka. Namun, Herya mengatakan, kerusakan atap dan langit-langit sejumlah ruang rawat inap sejauh ini tidak mengakibatkan cedera pada pasien yang sedang dirawat.

“Laporannya, hanya kamar nomor 3 yang kebetulan masih ada pasien. Namun pasien hanya terkena debu dari material yang rontok,” ujarnya saat dihubungi lewat saluran telepon.

Ruang Nomor 11 yang mengalami kerusakan cukup parah, ujarnya, sedang tidak dihuni pasien. RSUD Mardhi Waluyo pun akan memindahkan semua pasien yang ada di Ruang Cempaka. Hanya saja, Herya belum bisa memastikan berapa jumlah pasien yang akan dipindahkan ke ruang lain yang lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Achmad Cholik belum dapat memberikan banyak keterangan.  Namun dia memastikan terdapat ratusan bangunan yang rusak, jika kerusakan ringan dihitung.

“Tim sedang disebar ke seluruh penjuru. Akan segera kami kabari,” ujarnya.

Cholik memastikan dampak kerusakan gempa bumi terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Blitar bagian timur dan selatan hingga bagian tengah seperti Kecamatan Kanigoro.

Cholik juga belum dapat memastikan ada tidaknya korban jiwa.

Sedangkan di wilayah Lumajang, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi mengatakan bahwa gempa juga berdampak hingga Lumajang. Namun, hingga kini ia masih harus mengecek dan memastikan mengenai datanya.

”Benar ada dampak. Ada kabar dampak kerusakan rumah di Pasrujambe, Pasirian, Candipuro, dan wilayah lainnya. Saat ini kami masih melakukan pengecekan mengenai dampak tersebut,” katanya.

Situasi Terkini Kawasan Malang Pasca Diguncang Gempa

Gempa di selatan Malang juga terasa sampai Banyuwangi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan dan fasilitas umum akibat gempa. Sukarelawan tanggap darurat di masing-masing kecamatan masih melakukan pemantauan dampak gempa di wilayahnya masing-masing. []

Berikut penampakan kerusakan pasca gempa dihimpun dari berbagai sumber

This slideshow requires JavaScript.

 

Advertisement
Advertisement