December 4, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Waduh, Seorang Bupati Dilaporkan Istrinya ke KPK Karena Bagi – Bagi Duit Hasil Korupsi ke Istri – Istri Lainnya

2 min read
Prime Banner

JAKARTA – Banyak kasus korupsi terungkap karena peran orang-orang terdekat koruptor.  Misalnya, istri atau bawahan langsung.

Hal ini diungkap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri.

“Kami menangkap bupati, yang lapor istrinya. Kira-kira, kenapa dia dilaporkan istrinya?” ungkap Firli dalam Pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Timur (Kaltim), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), di Hotel Radisson Golf and Convention Center, Kota Batam, Selasa (10/11/2020).

Usut punya usut, kepala daerah itu dilaporkan istrinya, lantaran uang korupsi yang diterimanya dibagikan ke istri-istri lainnya. “Begitu terima, uang itu langsung digeser ke istri kedua, istri ketiga, istri keempat, dan istri kelima,” bebernya.

Hadirin tertawa. “Dia foto pak kepada kita pak, ‘ini pak uang baru diterima oleh suami saya, kemarin kampanye saya habis-habisan’, begitu sudah jadi ternyata distribusinya istri satu, istri dua, istri tiga, istri empat,” imbuh Firli.

Hadirin kembali tertawa. “Ini terjadi, Pak. Bukan tidak terjadi. Bener terjadi, riil!” ucapnya tanpa menyebut bupati yang dimaksud.

Selain istri, Firli menyebut wakil kepala daerah juga kerap melaporkan dugaan korupsi para kepala daerah. Kalau ini, motifnya kekuasaan. Para wakil kepala daerah yang melapor itu memiliki hasrat untuk menjadi kepala daerah, jika kepala daerah itu menjadi tersangka dan ditahan KPK.

“Gubernur korupsi, dilaporkan wakil gubernur. Harapannya, ‘mudah-mudahan cepat ditangkap oleh KPK, aku jadi gubernur’. Yang wakil wali kota juga begitu, ‘mudah-mudahan wali kotanya cepat ditangkap oleh KPK, biar saya jadi wali kota, yang bupati juga begitu,” seloroh Firli.

Berdasarkan fakta itu, Firli menegaskan, KPK tak akan kesulitan untuk melacak dugaan korupsi, yang dilakukan kepala daerah. []

Advertisement