July 23, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Waduh, Tiup Lilin Ulang Tahun Ternyata Sekaligus Tiupkan Bakteri

3 min read

Penyebaran penyakit bisa terjadi lewat hal yang sangat sederhana, salah satunya adalah meniup lilin kue ulang tahun. Memasuki musim hujan, kebanyakan orang melakukan tindakan preventif untuk terhindar dari flu, batuk, dan demam.

Minum vitamin C lebih rutin, menggunakan masker, berolahraga, tidur cukup, dan mengonsumsi sajian hangat merupakan beberapa cara untuk menguatkan stamina agar terhindar dari penyakit. Namun, tahukah Anda bahwa momen istimewa seperti acara ulang tahun bisa menyebarkan penyakit.

Laporan dari Journal of Food Research mengungkapkan bahwa meniup lilin di atas kue ulang tahun meningkatkan penyebaran bakteria sebanyak 1400 persen.

Tiupan nafas dan udara yang datang dari mulut seseorang tersebut memenuhi lapisan kue ulang tahun paling atas. Ketika, kue tersebut dipotong dan dibagi-bagikan untuk dinikmati, saat Anda mengonsumsinya, maka potensi Anda terkena bakteri dari orang yang berulang tahun meroket pesat. Jumlah bakteri yang tersebar pada kue ulang tahun tergantung dari kondisi kesehatan orang yang meniup lilin.

Pada proses eksperimen, sebelum meniup kue ulang tahun, peneliti mengonsumsi satu lapis piza untuk merangsang kelenjar ludah. Kemudian, saat peneliti meniup lilin kue ulang tahun, mereka segera memeriksa jumlah bakteri yang terpapar pada kue. Hasilnya, satu peniup lilin memicu penyebaran bakteri dan virus sebanyak 120.000 persen.

Michael Tropeano, peneliti eksperimen tersebut akhirnya menciptakan dan mematenkan penutup kue ulang tahun pada tahun 2008. Menariknya, para pakar tidak terlalu mengkhawatirkan hasil dari temuan Tropeano tersebut, meskipun risiko itu ada.

Dr Marc Leavey, seorang dokter penyakit dalam di Mercy Personal Pysicians, Amerika Serikat (AS), menanggapi hasil penelitian. Dia mengatakan bahwa selama menjalani profesi sebagai internist lebih kurang 40 tahun, tidak pernah menangani penyakit karena penularan lewat kue ulang tahun.

“Salah satu teman putri saya memilih menggunakan cupcake dibanding kue tart. Para ibu menjadi panik. Mereka menyelesaikan masalah dengan cupcake,” ujar Dr Leavey.

Kemudian, dia menggambarkan risiko terkena penyakit karena tiupan seseorang di kue ulang tahun seperti berjudi dengan Power Ball. Maksudnya, risikonya sangat kecil dan nyaris janggal untuk benar-benar terjadi.

Dr Bobbi Pritt, Head Pathologist, di Mayo Clinic, juga sepakat dengan Dr Leavey. Dia mengatakan, tidak pernah mendapatkan pasien yang sakit karena mengonsumsi kue ulang tahun. Menurut dia, dibandingkan kue ulang tahun, ponsel merupakan sumber penyebaran bakteria paling besar.

“Sebagai dokter gigi dan pakar bakteri, saya perlu menjelaskan, sebagian besar bakteri, termasuk bakteri mulut, sebenarnya baik,” ujar Harold Katz DDS, seorang pendiri California Breath Clinics.

Katz menambahkan, bakteri mulut yang baik membantu tubuh bertahan melawan patogen infeksius. Namun, dia mengingatkan bahwa ada bakteri mulut yang buruk, yaitu strep pyogenes, yang menyebabkan radang tenggorokan dan infeksi telinga.

Central for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan 1.100 dan 1.600 penderita kasus strep pertahun di AS meninggal karena komplikasi.

CDC menjelaskan bahwa penyebaran virus flu juga bisa terjadi meskipun Anda tidak secara langsung melakukan kontak dengan mereka. Berdiri enam kaki dari penderita flu, menurut CDC, bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit yang sama.

Kontak fisik, bersentuhan secara tidak langsung, atau bicara tatap muka dengan penderita flu dan batuk semakin meluaskan peluang Anda untuk terpapar virus.

Pakar mengungkapkan, penyebaran flu paling tinggi risikonya ketika si penderita sakit di hari pertama sampai dengan hari kelima dan ketujuh. [Rina]

Advertisement
Advertisement