January 16, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Waspada, Penipuan Online di Hong Kong Kerugiannya Menyentuh HKD 1,4 Juta, Berikut Korban dan Modusnya

2 min read

Kepala Kepolisian Hong Kong Joe Chow Yat-ming (Foto Istimewa)

HONG KONG – Penipuan belanja online menjerat lebih dari 270 warga Hong Kong dengan total kerugian hampir HK$ 14 juta atau setara sekitar US$ 1,8 juta pada pekan pertama 2026.

Berdasarkan kurs terbaru, HK$ 1 setara sekitar Rp 2.160–Rp 2.163, sehingga total kerugian hampir HK$ 14 juta setara kurang lebih Rp 30,24–Rp 30,28 miliar.

Kepolisian Hong Kong menyatakan rata-rata kerugian harian mencapai HK$ 2 juta. Besarnya kerugian tersebut mendorong kepolisian mengeluarkan peringatan penipuan, dengan mengimbau konsumen online serta penjual di internet agar lebih waspada.

Salah satu korban merupakan pria berusia 26 tahun yang menjadi sasaran penipu setelah mencoba menjual sebuah koper melalui platform online Carousell dan mencantumkan informasi kontaknya di situs tersebut.

Polisi menjelaskan pelaku yang menyamar sebagai pembeli mengirimkan tautan Carousell palsu melalui WhatsApp. Awalnya, korban menolak memasukkan data pribadinya ke dalam tautan tersebut karena terindikasi sebagai phishing.

“Namun kemudian pelaku meminta korban menghubungi petugas layanan pelanggan Carousell palsu yang mengklaim korban harus membayar uang jaminan sebelum menerima pembayaran koper,” ujar kepolisian, dikutip dari South China Morning Post hari ini (16/01/2026).

Korban mengikuti instruksi tersebut dengan mentransfer dana sebesar HK$ 210.000 (sekitar Rp 453–Rp 454 juta), tetapi kemudian menyadari dirinya ditipu ketika tidak lagi dapat menghubungi “pembeli.”

Dalam peringatan publik melalui laman Facebook CyberDefender, polisi menegaskan agar masyarakat berhati-hati apabila dalam transaksi online seseorang mengirimkan tautan ke situs pihak ketiga dan meminta transfer uang atau data pribadi seperti email, kata sandi, atau informasi kartu kredit. Kondisi tersebut sangat mungkin merupakan penipuan.

Sepanjang pekan lalu, kepolisian mencatat sedikitnya 276 laporan penipuan belanja online dengan total kerugian hampir HK$ 14 juta. Jumlah ini melonjak signifikan dibandingkan pekan terakhir 2025 yang mencatat 230 laporan dengan kerugian lebih dari HK$ 5,7 juta.

Sekitar 30% dari kasus tersebut terkait penjualan tiket konser, dengan nilai kerugian mencapai lebih dari HK$ 1,4 juta.

Sebelumnya, kepolisian mengungkapkan warga Hong Kong kehilangan total HK$ 6,43 miliar akibat berbagai modus penipuan selama 10 bulan pertama 2025. Meski jumlah tersebut turun 8% dibandingkan periode yang sama pada 2024, kasus penipuan online masih menjadi perhatian utama.

Dari total 35.831 kasus yang dilaporkan, sebanyak 4.515 kasus merupakan penipuan investasi online dengan nilai kerugian melonjak 30% menjadi HK$ 3,08 miliar.

Kepala Kepolisian Hong Kong Joe Chow Yat-ming dijadwalkan memaparkan kondisi kriminalitas secara keseluruhan, termasuk tren penipuan online sepanjang 2025, dalam paparan akhir tahun pertamanya dalam waktu dekat. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply