September 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

WNI dan PMI yang Tidak Punya Cukup Biaya untuk Kuliah, Pemerintah Bangun Universitas Islam Siber

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA –  Menag RI Yaqut Cholil Qoumas mengaku tengah membangun Universitas Islam Siber (Cyber Islamic University) dengan metode pembelajaran 100 persen dalam jaringan online atau via internet. Universitas daring pertama kali di Indonesia ini akan dinamakan Universitas Syekh Nurjati Indonesia.

Hal itu disampaikan Menag saat menggelar rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks MPR/DPR  (02/09/2021).

“Cyber Islamic University ini adalah universitas kita desain 100 persen virtual. Tak ada pertemuan fisik kecuali wisuda mungkin. Ini 100 persen daring,” ujar Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

Yaqut mengatakan konsep universitas ini sama dengan Hankuk University di Korea Selatan yang menyediakan program kuliah daring terbesar di dunia.

Yaqut juga memastikan kampus tersebut akan membuka pendaftaran mahasiswa baru pada bulan ini. Ia mengklaim semua persyaratan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar sudah dipenuhi Kemenag.

Namun, ia tak merinci program studi apa saja yang ada di kampus Cyber Islamic University.

“Ini bedanya dengan universitas terbuka pak. Kalau universitas terbuka itu kini berubah jadi fisik. Mereka pertemuan fisik. Ini sebaliknya, ini jadi antitesis dari universitas terbuka,” kata Yaqut.

Yaqut menjelaskan bahwa tujuan utama kampus ini dibangun untuk guru-guru madrasah yang hendak melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi. Pasalnya, guru madrasah, banyak memiliki keterbatasan. Baik finansial hingga waktu untuk melanjutkan studinya.

“Saya bayangkan guru-guru madrasah untuk kuliah enggak mungkin pak. Buat beli beras aja kurang. Guru-guru madrasah bisa kuliah dari rumah saja. Dan mereka dapat gelar kesarjanaan yang recognize,” kata dia.

Selain itu, Yaqut mengatakan kampus ini juga menyasar para pekerja migran Indonesia (PMI) yang kini bekerja di luar negeri.

Para PMI, kata dia, bisa memanfaatkan kampus ini untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Yang enggak punya kemampuan studi di luar negeri dia bisa kuliah di universitas siber ini. Ini untuk afirmasi saudara-saudara kita yang punya kekurangan waktu dan tempat,” tandasnya.

Universitas Islam Siber ini memggunakan metode pembelajaran 100 persen online. Namanya Universitas Syekh Nurjati Indonesia. []

Advertisement
Advertisement