1.064 Pedagang dari 11 Pasar di Ngawi Jalani Rapid Test Masal, 100 Diantaranya Positif

Prime Banner

NGAWI – Pasar tradisional beberapa waktu belakangan menjadi pusta perhatian lantaran di beberapa daerah, transmisi COVID-19 ditemukan dari pasar dan kemudian brkembang menjadi klaster pasar.

Tak ingin hal serupa terjadi di wilayah Kabupaten Ngawi, Pemerintah Kabupaten Ngawi melakukan antisipasi dini. Rapid test masal dilakukan di sebelas pasar tradisional.

Pedagang dan pengunjung pasar diperiksa petugas kesehatan secara acak.Hasilnya, diketahui ada 1.064 orang yang menjalani rapid test masal di pasar tradisional. Dan hasilnya, 100 orang di antaranya harus menjalani tes swab karena rapid testnya reaktif.

Mengutip Times Jatim, diketahui ada 1.064 orang yang menjalani rapid test masal di pasar tradisional. Dan hasilnya, 100 orang di antaranya harus menjalani tes swab karena rapid testnya reaktif.

“Jumlah tertinggi di pasar Kedungprahu ada 27 reaktif. Disusul pasar Walikukun ada 26 orang reaktif,” ungkap Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang menyaksikan langsung rapid test, Selasa (19/05/2020).

Menurut Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi, hasil rapid test memang tidak bisa menjadi acuan 100 persen. Namun, dengan tes tersebut bisa diketahui status kesehatan warga.

“Bagi yang hasilnya reaktif saya minta isolasi mandiri dan tidak keluar rumah. Bagi pedagang jangan berdagang dulu. Untuk pembeli di rumah saja,” tegas Kanang.

Pasar dinilai berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19. Sebab, pasar menjadi tempat bertemu atau berkumpul pedagang dan pembeli. Sehingga perlu ada antisipasi dan deteksi dini.

Rapid test massal juga dilakukan di dua mini market yang berdekatan denganpasar tradisional di Ngawi. Karyawan mini market tersebut juga diperiksa kesehatannya. Selanjutnya akan diikuti rapid test di mini market lainnya di Ngawi. []

 

You may also like...