7 Hal tentang kesehatan seksual yang perlu diketahui perempuan

Prime Banner

Malu, dan pura pura tidak perlu, mengalihkan arah wajah, namunj sudut mata fokus melirik tajam. Banyak masyarakat menganggap tabu dan malu-malu tiap kali diajak mendiskusikan perihal seksualitas. Padahal, tanpa mau membuka diri akan pengetahuan ilmiah tentang seksualitas, banyak dari mereka yang terdampak berbagai persoalan seksualitas. Dalam hal kesehatan seksual dan reproduksi, sebaiknya Anda mengetahui dan mengenali kondisi tubuh Anda sendiri.

Menurut Dr. Sara Kayat dari netdoctor.co.uk, berikut hal-hal yang setiap wanita perlu kenali mengenai kesehatan seksual mereka.

 

  1. Kenali siklus Anda

Berapa lama periode menstruasi Anda? Apakah haid Anda muncul secara reguler? Berapa banyak darah yang dikeluarkan? Apakah ada bercak?

 

  1. Memilih kontrasepsi tidak semudah itu

Pil kontrasepsi tidak cocok untuk semua orang, bahkan beberapa wanita baru bisa menemukan metode kontrasepsi yang cocok bagi mereka setelah bertahun-tahun. Kenali juga jika ada efek samping yang tidak diinginkan seperti mood swing atau sakit kepala.

 

  1. Periode menstruasi yang terlambat bisa jadi normal

Saat Anda berhenti mengonsumsi kontrasepsi, kebanyakan wanita baru bisa memproduksi hormon dengan ritme normal setelah satu hingga tiga bulan.

 

  1. Jujur dengan sejarah seksual Anda

Jangan menyembunyikan detail apapun saat berbicara dengan dokter agar bisa didiagnosis dengan jelas. Tentunya Anda tidak ingin adanya risiko infeksi atau hal yang tidak diinginkan berlama-lama di tubuh Anda, atau lebih seram lagi, menulari pasangan Anda.

 

  1. Jangan hiraukan tanda-tanda

Seperti pendarahan di antara periode menstruasi, pendarahan setelah berhubungan seksual, rasa sakit di dalam saat berhubungan seks, berat badan turun secara mendadak, perubahan tiba-tiba pada bercak vagina, dan juga rasa sakit di bagian pelvis.

 

  1. Dengarkan jam biologis Anda

Jika Anda kesulitan hamil setelah setahun mencoba, Dr. Sara merekomendasikan Anda untuk mengunjungi dokter Anda.

 

  1. Kenali vagina Anda

Perubahan pada bau atau tekstur dari cairan vagina Anda bisa mengindikasikan adanya bacterial vaginosis. Tentunya banyak obat-obat di apotik yang bisa mengatasi hal ini, tetapi ada baiknya Anda pergi ke dokter jika masalah ini tak kunjung hilang. []

You may also like...