77 Orang Meninggal Dunia Akibat Cuaca Panas Di Jepang

Prime Banner

Setelah banjir terparah menghantam Jepang dua minggu lalu, giliran cuaca panas ekstrem melanda negeri berjuluk Matahari Terbit itu. Dilaporkan Strait Times, Selasa (24/7/2018), gelombang panas di ibu kota Tokyo telah menewaskan sedikitnya 77 orang dan lebih dari 30.000 orang dilarikan ke rumah sakit karena menderita heat stroke.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, suhu tertinggi berada di Kumagaya–sebuah kota di prefektur Saitama yang terletak sekitar 40 mil barat laut Tokyo–mencapai 41,1 derajat Celsius. Suhu tersebut mengalahkan rekor suhu terpanas sebelumnya, 41 derajat Celsius,di prefektur barat Kochi pada 12 Agustus 2013.

Adapun suhu rerata pada Juli tahun ini berkisar antara 29 derajat Celsius di Tokyo dan 31 derajat Celsius di Nagoya. Itu berarti Jepang secara umum hampir 10 derajat Celsius lebih panas dari biasanya.

Tokyo pun menembus suhu 40 derajat Celsius untuk pertama kalinya pada Senin (23/7). Sementara suhu di distrik Ome, barat Tokyo, tercatat mencapai 40,8 derajat Celsius.

CNN melansir suhu sebenarnya sempat menurun, tetapi diperkirakan masih bisa naik ke 30-an derajat Celcius–terutama di Kumagaya dan Tokyo. Akibat gelombang panas ini, sekolah-sekolah di Jepang yang sedang libur musim panas akhirnya membatalkan berbagai acara di luar ruangan.

Pawai Hanagasa Junko, acara terbesar kedua dari festival Gion Matsuri, di Kyoto pada Selasa pun dibatalkan karena suhu tinggi. Panitia mengatakan suhu panas ekstrem terlalu berisiko bagi sekitar 300 orang gabungan anak-anak dan orang tua yang sudah bersiap melakukan pawai.

Panas ekstrem ini juga menjadi sesuatu yang menegangkan bagi panitia Olimpiade Tokyo 2020. Mereka harus membuat persiapan menghadapi panas ekstrem, apalagi olimpiade akan berlangsung pada Juli dan Agustus.

Dan panas ekstrem kali ini pun bisa berlangsung hingga bulan itu. “Ada kemungkinan bahwa suhu tinggi akan berlanjut hingga awal Agustus,” kata juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, kepada NHK News.

Pihak berwenang memperkirakan suhu ekstrem tinggi, lebih di atas 35 derajat Celsius; juga akan melanda sebagian besar Pulau Honshu, Shikoku, dan Kyushu. Hokkaido utara menjadi satu-satunya dari empat pulau utama di Jepang yang luput dari cuaca panas ekstrem ini.

Lembaga berwenang pun menyarankan warga untuk menghindari paparan langsung sinar matahari, menyalakan AC, dan minum banyak air putih.

Adapun menurut analis AccuWeather, Joel N. Myers, jumlah korban tewas kemungkinan besar sudah mencapai ratusan jiwa walau data resmi menyebut “cuma” dua lusin lebih. Myers menjelaskan suhu akan lebih sejuk mulai minggu ini, meski secara umum masih sekitar 33 derajat Celsius.

“Orang tua dengan penyakit seperti asma dan gagal jantung cenderung menghadapi risiko menurun karena cuaca ekstrem,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dinukil Express (23/7).

Cuaca ekstrem panas bukan hanya terjadi di Jepang. Di Korea Selatan (Korsel), sekitar 10 orang tewas akibat serangan suhu panas–tujuh orang di antaranya pada pekan lalu.

“Hari ini sangat panas sehingga saya tidak dapat mengetahui apakah saya berada di Korea Selatan atau di Asia Tenggara,” kata Kim Sung-hee, seorang siswa asal Seoul dikutip Abc13. Ibu kota Korsel itu saat ini mengalami suhu 35,7 derajat Celsius.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel, 1.040 orang jatuh sakit karena suhu panas pada kurun 20 Mei hingga 21 Juli. Artinya ada peningkatan pasien 61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Suhu tertinggi di Korsel pernah tercatat di kota Gangneung, sekitar 31 derajat Celsius pada pukul 06:45 pagi. Sementara menurut Badan Meteorologi Korsel, suhu terendah di Seoul hanya 29,2 derajat Celsius.

Sementara suhu terpanas pada tahun ini terjadi di kota Hayang dengan 39,9 derajat Celsius.

Sementara di Korea Utara, penduduk mengipasi diri masing-masing atau melindungi diri dari matahari dengan payung berwarna cerah ketika suhu di ibu kota Pyongyang mencapai 34 derajat Celsius. Laporan cuaca mengatakan temperatur yang lebih tinggi tercatat di pantai timur negara itu. [Net]

You may also like...