Prime banner

HONG KONG – Kabar tak sedap kembali tersiar. Seorang BMI Hong Kong asal Surabaya Jawa Timur mengalami nasib yang tidak beruntung di Hong Kong. Bekerja di majikan pertama, selama 6 bulan, BMI yang diketahui bernama Warsiti ini sama sekali tidak menerima gaji.

Setiap hari, Warsiti harus bekerja dari pagi sampai jam 3 pagi keesokan harinya. Hal ini diperparah dengan tuduhan mencuri. Tidak betah bertahan lebih lama, Warsiti dibnanttu oleh Agen mengadukan kasusnya ke Labour Departemen Hong Kong. Hasilnya, Warsiti tidak terbukti mencuri, dan berhasil memenangkan kasusnya.

Katinem Berpulang Ditengah-Tengah Jamaahnya

Derita Warsiti tidak berhenti sampai disitu. Saat menunggu turunnya visa uuntuk bekerja di majikannya yang baru, Warsiti kembali diidera ujian berat. Lantaran alat kontrasepsi spiral yang seharusnya setiap 5 tahun diganti, namun tidak diganti, akhirnya benda tersebut masuk terlalu dalam sampai menciderai ginjal.

Saat ini, Warsiti mengalami infeksi pada ginjalnya. Infeksi tersebut sampai mambuat livernya mengalami pembengkakan. Hal yang memprihatinkan lagi, disamping menderita gangguan ginjal dan liver, Warsiti dinyatakan mengalami komplikasi saat di lambungnya terdeteksi terkena serangan kanker.

Terima Bingkisan Isi Narkoba, Perempuan Indonesia Ditangkap

Kini, Warsiti hanya bisa tergolek pasrah di lantai 6 Pok Oi Hospital Yuen Long Hong Kong.

Melihat perjalananaan Warsiti selama di Hong Kong, secara finansial, tenttu dia sangat membutukan uluran bantuan. Warsiti sama sekali bellum pernah menerima gaji. Dan kondisinya saat ini juga bellum bekerja. Berada di masa peralihan dari majikan lama yang tidak memberinya gaji ke majikan baru yang karena visanya belum turun. [Asa/Susie]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner