Aa Gym: Mematikan Centang Biru di WhatsApp adalah Suatu Kebohongan

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Saat ini, terlebih di Indonesia, aplikasi WhatsApp menjadi salah satu media berkomunikasi yang sangat populer dan digunakan semua kalangan. Melalui WhatsApp, kita bisa mengirim pesan singkat, mengirim foto, video, file tulisan, bahkan bisa mengunggah kegiatan sehari-hari (story).

Aplikasi WhatsApp yang mudah digunakan ini memiliki fitur “Centang Biru” yang menandakan bahwa pesan telah diterima dan telah dibaca. Akan tetapi, ada pula sebagian orang yang memilih mematikan Centang Biru tersebut dengan berbagai alasan seperti sedang tidak ingin diganggu dan lain sebagainya.

Ketika Centang Biru dimatikan, seolah kita tidak membaca pesan tersebut padahal sudah membacanya. Sederhananya, cara tersebut dapat mengelabuhi orang lain yang berkomunikasi lewat WhatsApp.

Pendakwah kondang Aa Gym menyebut bahwa menonaktifkan tanda Centang Biru ini adalah suatu kebohongan karena kita telah membaca pesan, tapi seolah belum membacanya. Pernyataan tersebut pernah diunggah dalam akun instagram @koranislam.id.

Menurut Aa Gym, seseorang yang sudah membaca pesan WhatsApp namun belum bisa membalasnya, maka sebaiknya ia menyampaikan permintaan maaf kepada orang yang bersangkutan.

Sebagai suatu bentuk kebohongan, ada beberapa alasan mengapa Centang Biru sebaiknya tidak dimatikan.

 

  1. Dapat memicu perbuatan suudzon

Suudzon atau prasangka buruk dapat muncul karena seseorang mematikan centang birunya. Padahal, prasangka buruk ini sangat dilarang dalam Islam sebagaimana yang dikatakan Allah dalam firman-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, jauhkanlah diri kalian dari buruk sangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa.” (QS. Al-Hujurat: 12).

Rasulullah saw juga bersabda, “Jauhkanlah diri kalian dari buruk sangka karena sesungguhnya berburuk sangka itu sedusta-dustanya ucapan.” (HR. Bukhori dan Muslim).

 

  1. Merupakan bentuk kebohongan

Kebohongan adalah perilaku yang harus kita hindari. Sebisa mungkin kita harus jujur pada diri sendiri maupun orang lain karena Allah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah kalian bersama dengan orang-orang yang jujur.” (QS.At-Taubah: 119).

 

  1. Bisa membuat orang lain marah

Seseorang yang mematikan Centang Biru bisa saja membuat orang lain marah karena orang lain tersebut merasa dibohongi atau merasa tidak dipedulikan.

Dalam sebuah hadis dikatakan, “Sesungguhnya seorang laki-laki berkata pada Nabi, ‘Nasehati aku!’ Maka Rasulullah saw bersabda, “Jangan kamu marah!” Dan orang itu mengulangi pertanyaannya beberapa kali, lalu Rasulullah saw bersabda, “Jangan kamu marah!” (HR. Bukhori dan Tirmidzi).

Nah, begitulah ternyata mematikan Centang Biru memiliki dampak yang buruk, yang mungkin tidak kita sadari. Yakin masih mau mematikan Centang Biru? Ada masalah apa sih? Wallahu a’lam.[Hadi Mulyono]

You may also like...