Akibat Lockdown, Ratusan Jenazah Pekerja Migran Tertahan di Ruang Penyimpanan

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Dampak dari pandemi global COVID-19 ternyata bukan saja pada sisi ekonomi serta layanan publik saja. Keberadaan jenazah orang asing di suatu negarapun turut terdampak proses pemulangannya akibat kebijakan pemberlakuan lockdown di sejumlah negara.

Tak pelak, 282 jenazah pekerja migran asal FIlipina harus tertahan di ruang penyimpanan jenazah dalam waktu sekian lama karena kebijakan lockdown tersebut.

Mengutip AFP, Raja Arab Saudi, Raja Salman mendesak Pemerintah Filipina untuk segera memulangkan ratusan jasad pekerja migrannya, yang sempat tertunda akibat kebijakan penguncian wilayah (lockdown) pandemi virus corona (Covid-19).

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja Filipina, Silvestre Bello III menyampaikan, bahwa Raja Salman meminta pemerintah Filipina membawa pulang sekitar 282 jenazah warga mereka. Pemerintah Arab Saudi memberi tenggat waktu selama 72 jam.

Atas desakan itu, Pemerintah Filipina meminta kepada pemerintah Saudi untuk memperpanjang tenggat pemulangan jenazah tersebut.

Para pekerja migran Filipina itu meninggal disebabkan oleh sejumlah faktor. Antara lain terjangkit Covid-19.

Sementara itu, mereka juga meminta supaya 50 jasad warga Filipina yang meninggal akibat Covid-19 dimakamkan di Saudi.

Pemerintah Filipina saat ini berusaha memulangkan ribuan warga mereka yang kehilangan pekerjaan di luar negeri akibat pandemi Covid-19. Dilaporkan ada sekitar 800 ribu warga Filipina yang mengadu nasib di Saudi.

Akan tetapi, jumlah kasus infeksi virus corona di Filipina juga terus bertambah. Saat ini mereka mencatat ada lebih dari 30 ribu kasus, dengan 1.169 pasien meninggal. []

You may also like...