October 21, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Alhamdulilah, PMI Hong Kong Asal Grobogan yang Positif COVID-19 Sembuh, Usai Sujud Syukur, Begini Pesannya

3 min read
Prime Banner

GROBOGAN – S seorang pekerja migran Indonesia (PMI) Hong Kong asal Desa Bangsri Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan Jawa Tengah akhirnya dinyatakan sembuh oleh rumah sakit yang merawatnya. S dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan di RSUD R Soedjati Purwodadi. Pasien perempuan tersebut mulai dinyatakan positif pada 9 April.

”Alhamdulilah yang bersangkutan (S, Red) dinyatakan sembuh. Setelah melaksanakan tes swab dua kali secara berturut-turut dia dinyatakan  negatif korona,” kata Bupati Sri Sumarni yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Grobogan didampingi Direktur RSUD R Soedjati Purwodadi Bambang Pujiyanto kemarin (21/04/2020).

Dalam kesempatan itu, bupati mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada tim medis RSUD R Soedjati Purwodadi yang telah berjuang maksimal memberikan perawatan dan pengobatan yang bersangkutan. Pihaknya mengajak semua pihak yang telah membantu.

”Saya berpesan kepada warga masyarakat Geyer bahwa pasien S, sudah sembuh setelah lakukan isolasi di RSUD R Soedjati Purwodadi. Sehingga sudah tidak menularkan penyakit. Saya mohon dapat diterima kembali di masyarakat,” ujarnya.

Pasien S, 47, warga Dusun Madoh, Desa Bangsri, Geyer,  langsung pulang ke rumahnya. Sebelum pulang, ada protokoler dari RSUD R Soedjati dengan memberikan imbauan dan pernyataan bahwa yang bersangkutan telah sembuh dari virus korona.

Usai diumumkan sembuh dari virus, perempuan yang saat itu memakai jilbab hitam dan baju kaos orange langsung sujud sukur. Kesembuhan pertama kali positif korona tersebut menjadikan tenaga medis dan perawat serta keluarga menjadi terharu. Mereka tampak senang dengan kesembuhan pasien. Bahkan, saat menuju ambulans semua tenaga medis ikut mengantar dan mengucapkan selamat.

”Saya mengucapkan terima kasih banyak puji syukur kepada pihak rumah sakit. Saya dinyatakan sembuh,” kata S, dengan mata-mata berkaca-kaca yang sudah ditunggu oleh suami anak dan saudaranya di depan pintu.

Saat dirawat di RSUD R Soedjati Purwodadi. Pihaknya tidak diperkenankan bertemu dengan keluarganya. Satu-satunya alat komunikasi menggunakan video calling.

”Saya bisa sembuh. Karena selalu positif thinking, berdoa, minum obat teratur, dan istirahat dan tidur cukup. Setelah dinyatakan sembuh tim medis semua tim covid-19 saya bisa sehat kembali dan kumpul keluarga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memberikan imbauan kepada pasien positif korona agar tidak berkecil hati dan terus semangat agar bisa sembuh.

”Penyakit-penyakit ini bisa disembuhkan. Selalu berdoa dan ikuti petunjuk tim medis,” pesannya.

Dina Oktinari dokter spesialis paru RSUD R Soedjati Purwodadi yang merawat pasien S, mengatakan, pasien dinyatakan sembuh dan lakukan isolasi diri. Warga masyarakat juga harus lakukan sosial distancing, rajin cuci tangan dan pola hidup sehat.

Kabar kurang mengenakkan dating dari Pati. Dua warga Kabupaten Pati dinyatakan positif Covid-19 kemarin. Keduanya dirawat di RS Mitra Bangsa. Salah satu pasien merupakan pelaku perjalanan. Sementara itu lima dari sembilan warga Pati sebagai jamaah tabligh akbar hasil rapid test-nya negatif.

Hingga kemarin total ada enam warga asli Pati yang positif virus korona. Mereka kini dirawat di Pati, Rembang, Solo, dan Semarang. Keenam pasien masih menunggu hasil laboratoium kedua. Mereka warga Kecamatan Pati, Juwana, Margorejo, dan Gabus. Selain pasien Covid-19 diisolasi, keluarga pasien juga diminta untuk isolasi mandiri.

Bupati Pati Haryanto mengatakan pemkab merespon cepat laporan tentang persebaran virus korona di Pati. Seperti beberapa waktu lalu, ketika ada ibu dan anak warga Kecamatan Winong yang meninggal di perjalanan menuju RSUD Soewondo. Mereka ada riwayat perjalanan dari Bali, pemkab mengantisipasi pemakaman keduanya menggukana protap Covid-19.[]

 

Sumber Jawa Pos Network

Advertisement