Asosiasi Majikan Sesalkan PRT Asing Yang Alami Gangguan Jiwa Bisa Lolos Ke Hong Kong

AK, PRT Asing Yang Menderita Gangguan jiwa akut mencekik balita anak majikannya samp;ai meninggal dunia
AK, PRT Asing Yang Menderita Gangguan jiwa akut mencekik balita anak majikannya samp;ai meninggal dunia
Prime Banner

HONG KONG – Kemunculan AK (24) , PRT asing yang didakwa mencekik balita anakmajikannya seorang warga Hong Kong keturunan India di pengadilan Wanchai kemarin (10/10/2018) siang menyita perhatian banyak kalangan. Peristiwa kriminal yang memakan korban jiwa kali ini terbilang langka, namun nyata dan terjadi.

Di persidangan, kepastian kondisi peikologis AK terungkap dalam sebuah ketetapan hukum yang didasari oleh hasil pemeriksaan psikiater, AK mengalami gangguan jiwa akut.

Dinukil dari Apple Daily, Psikiater Ouyang Guoliang menyebut, gangguan jiwa akut yang dialami oleh AK memunculkan delusi dan halusinasi pendengaran maupun reaksi behavioristik lain yang membuat penderitanya memiliki perilaku tiba-tiba diluar nalar dan kesadaran.

Ouyang Guoliang menduga, AK memiliki latar penyebab baik bawaan maupun stres yang berkepanjangan sebelum dirinya bekerja mengasuh balita yang dibunuhnya.

Yung Ma Shaner dari asosiasi majikan menyatakan penyesalannya terkait dengan proses seleksi saat rekrutmen tenaga pekerja rumah tangga dilakukan di negara asal. Yung mempertanyakan bagaimana proses seleksi dilakukan sampai-sampai kejadian, seorang AK yang memiliki gangguan jiwa akut lolos dan diproses bekerja ke Hong Kong.

Bahkan, karena peristiwa tersebut, Rong Tai, warga Hong Kong yang berasal dari asosiasi majikan juga menyarankan kepada para majikan untuk memastikan kondisi kesehatan hasil medikal masing-masing PRT baik yang sudah maupun akan diperkerjakan.

“Demi keamanan, jika mereka (PRT asing) tidak mau menunjukkan dokumen lolos medikal dari negara asal, sebaiknya tidak usah direkrut, ganti yang lain saja” tegasnya.

Peristiwa munculnya AK dengan kondisi menderita gangguan jiwa akut membuat banyak kalangan dari asosiasi majikan trauma dan was-was akan keselamatan keluarga mereka. Peristiwa tersebut membuat sebagian dari mereka meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat proses pemilihan calon PRT yang akan diambil. []

You may also like...