Awas, Obat Nyeri Sendi Memicu Kenaikan Berat Badan

Prime Banner

Minum obat pereda nyeri ternyata bisa menimbulkan efek samping bertambahnya nafsu makan. Akibatnya, jika tidak dikendalikan dapat memengaruhi berat badan.

Kasus ini dialami oleh Sunarti asal Karawang, Jawa Barat. Akibat sering minum obat pereda nyeri bobot tubuhnya melonjak hingga 148 kilogram.

Menurut pelaksana harian Direktur Medik dan Keperawatan RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Yana Ahmad Supriatna, jenis obat yang sering dikonsumsi oleh Sunarti adalah berjenis obat steroid atau sering dikonsumsi masyarakat umum sebagai obat pereda nyeri.

“Pasien ini gemuk ya, gemuk sekali fisiknya. Kalau orang gemuk secara kasat mata karena asupan makanan terlalu berlebihan dibanding yang dikeluarkan melalui aktivitas. Kebetulan ini dia cerita mengonsumsi obat yang sebetulnya itu bisa berefek kepada kegemukan,” terang Yana.

Ditambahkan oleh Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS Bandung, Dody Tavinto, berdasarkan hasil analisa yang dilakukan rumah sakit, obat tersebut telah dikonsumsi pasien sejak enam bulan terakhir.

“Dari hasil analisis kami, dia sudah mengonsumsi obat nyeri tulang itu sekitar enam bulan lalu,” kata Dodi. Sunarti diketahui sering minum obat pereda nyeri sendi jenis methylprednisolone golongan steroid.

Akibat menderita radang pada sendi, aktris senior pemeran Sarah dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan, Cornelia Agatha juga mengalami kenaikan berat badan. Obat radang sendi yang dikonsumsi membuat berat badannya langsung naik.

Menurut dokter, obat jenis ini memang tidak bisa digunakan dalam jangka waktu lama. “Anti-sakit ini akan memengaruhi ginjal dan lambung. Tidak bisa dikonsumsi selama enam minggu berturut-turut,” ujar ahli bedah ortopedi dan CEO Centre for Orthopaedic dari rumah sakit Mount Elizabeth Singapura, Jeffrey Chew dinukil CNN.

Apalagi jika obat pereda nyeri itu mengandung steroid. Jeffrey menjelaskan, steroid memiliki efek samping membuat rambut rontok dan kulit menipis. Wajah jadi terlihat lebam dan mengganggu tulang.

Di samping steroid, penggunaan obat pereda sakit yang mengandung glukosamin juga dikatakan memiliki efek samping yang tidak baik. Terlebih untuk para penderita diabetes. Sebab, glukosamin dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.

Dalam sebuah penelitian, bertambahnya berat badan menjadi hal yang paling sering, sekitar 70 persen dikeluhkan oleh pengguna obat pereda nyeri jenis steroid.

Steroid menyebabkan kenaikan berat badan dengan cara mengubah keseimbangan elektrolit dan air di dalam tubuh. Hal ini ikut merubah metabolisme, dengan cara menggunakan dan menyimpan lemak, asam amino, protein, karbohidrat, dan glukosa.

Penelitian lain yang dimuat dalam jurnal Arthritis Care and Research mencatat mereka yang menggunakan obat jenis ini lebih dari 7,5 miligram per hari selama lebih dari 60 hari lebih mungkin mengalami efek samping yang merugikan, seperti penambahan berat badan daripada mereka yang menggunakan dosis rendah untuk jangka pendek.

Namun kabar baiknya, kenaikan berat badan ini akan berhenti dan metabolisme kembali normal seiring dengan penghentian jenis obat ini paling cepat selama 6 bulan sampai 1 tahun setelah putus obat.

Nah, jika Anda mengalami sakit atau nyeri pada sendi, jangan langsung konsumsi obat-obatan. Tindakan terbaik saat menderita sakit nyeri baik pada tulang atau persendian adalah menemui dokter spesialis.

Namun, jika Anda mau bisa mencoba beberapa resep alami untuk meredakan nyeri sendi, seperti minum jus mentimun.

Jus mentimun bersifat basa dan efektif dalam menghilangkan kristalisasi asam urat pada persendian. Khasiat yang sama juga dapat ditemukan saat mengonsumsi seledri dan jahe, yang dapat membantu mengurangi nyeri akibat peradangan.[]

You may also like...