Bawa Peralatan Medis Tangani Corona, Pesawat Lionair Terbakar di Bandara Manila Filipina

Prime Banner

MANILA – Sebuah pesawat Aircraft Industries IAI-1124A Westwind milik maskapai Lionair dengan nomor penerbangan KE623 mengalami insiden kecelakaan di landasan pacu Bandara Internasional Ninoy Aquino, Manila pada Minggu (29/03/2020) sekira jam 8 malam.

Menukil pemberitaan beberapa media lokal Filipina, pesawat tersebut mengangkut tenaga medis dan peralatan medis untuk menangani wabah corona.

Harian Sam Chui menyebut, pesawat tersebut lepas landas dari Haneda Jepang dan akan mendarat di Manila. Didalam pesawat tersebut mengangkut 1 crew kesehatan pesawat, 1 orang perawat kesehatan, 1 orang dokter, 3 awak pesawat (pilot, co-pilot dan 1 crew), 1 pasien, serta satu orang asisten pasien.

Terkait insiden tersebut, maskapai Lion Air Group memberikan klarifikasi dan penjelasan, bahwa Lion Air Group sampai saat ini tidak beroperasi baik secara berjadwal atau sewa tertentu (charter) di Filipina.

“Lion Air Group tidak memiliki perusahaan penerbangan di Filipina,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, Senin (30/3/2020).

Danang menjelaskan, bahwa Lion Air Group mengoperasikan perusahaan penerbangan untuk layanan penumpang berjadwal, yang terdiri dari: Lion Air (kode penerbangan JT) berbasis di Indonesia,  Wings Air (kode penerbangan IW) berbasis di Indonesia,  Batik Air (kode penerbangan ID) berbasis di Indonesia,  Malindo Air (kode penerbangan OD) berbasis di Malaysia,  Thai Lion Air (kode penerbangan SL) berbasis di Thailand.

Lion Air Group dalam beroperasi, tunduk dan melaksanakan seluruh aturan penerbangan internasional, regulator dan ketentuan perusahaan dalam menjalankan operasional sesuai dengan standar operasional prosedur yang memenuhi persyaratan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first).

Dilansir dari New York Times, pesawat Lionair yang jatuh di Filipina pada Minggu (29/3/2020) itu merupakan pesawat maskapai Filipina, Lionair Inc. Namanya memang mirip dengan maskapai Lion Air yang ada di Indonesia, hanya penulisannya tidak menggunakan spasi alias digabung yakni ‘Lionair’.

Pesawat tersebut ini dipakai sebagai ambulans udara oleh Departemen Kesehatan Filipina dalam upaya menangani virus corona di negara itu. []

You may also like...