October 23, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berjuang di Garis Depan Tangani Corona, Enam Dokter Indonesia Meninggal Dunia

2 min read
Prime Banner

JAKARTA – Kabar duka berhembus dari dunia kedokteran Indonesia. Virus corona bisa menginfeksi siapa saja tanpa pandang bulu, terutama mereka yang masuk dalam kategori kelompok rentan tertular. Tenaga medis salah satunya.

Seperti kejadian-kejadian di luar negeri, tenaga medis meninggal dunia karena terinfeksi virus corona saat menangani pasiennya, di Indonesia hal serupa tidak bisa ditolak.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengumumkan terdapat 6 dokter yang meninggal dalam upaya mengobati pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dari yang diumumkan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

“IDI berduka cita yang amat dalam atas berpulangnya sejawat-sejawat anggota IDI sebagai korban Pandemi Covid-19,” ulas akun twitter PB IDI, @PBIDI, Minggu (22/3/2020).

Dalam pengumuman atas nama Ketua Umum PB ID Daeng M. Faqih itu disebutkan para dokter yang terinfeksi dan meninggal karena virus corona yakni dr. Hadio Ali, SpS anggota IDI Cab. Jakarta Selatab. Selanjutnya dr. Djoko Judodjoko, Sp.B anggota IDI Cab. Kota Bogor.

Dokter yang juga menjadi korban pandemi corona yakni dr. Laurentius P. Sp.Kj, anggta IDI Cabang Jakarta Timur, dr. Adi Mirsaputra, Sp.THT anggota IDI Cab. Kota Bekasi dan dr. Ucok Martin, Sp.P anggota IDI Cabang Medan.

“Semoga apa-apa yang menjadi perjuangan para sejawat kita diterima oleh Allah SWT,” ulas Ketua PB IDI Daeng M. Faqih.

Adapun pada sore tadi, ungkapan belasungkawa atas meninggalnya sejumlah tenaga medis yang merawat pasien virus corona disampaikan oleh pemerintah. Juru bicara penanganan Covid-19 untuk Indonesia Achmad Yurianto menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya tenaga medis tersebut.

“Pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam dan duka cita yang sedalam-dalamnya atas beberapa tenaga kesehatan yang terpaksa harus menjadi korban dari penyakit Covid-19,” kata Yuri.

Dokter yang tercatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilaporkan meninggal akibat Covid-19 yakni Hadio Ali Khazatsin, Djoko Judodjoko, dan Adi Mirsa Putra.

Gugurnya dokter tersebut ada yang disebabkan karena terinfeksi virus corona dan ada juga yang mengalami kelelahan yang berat. Perjuangan tiga orang tersebut diapresiasi oleh pemerintah sebab telah mengabdi hingga akhir hidup kepada bangsa dan negara.

Adapun profil dokter yang telah gugur yakni Hadio Ali merupakan ahli saraf yang praktik di Rumah Sakit Premier Bintaro. Djoko Judodjoko merupakan spesialis bedah dan Adi Mirsa Putra yang merupakan spesialis telinga hidung tenggorokan (THT).

Advertisement