Berkenalan dengan “Jimat” Anti Corona Produksi Kementrian Pertanian

Prime Banner

JAKARTA – Kementerian Pertanian menyatakan saat ini tengah mengembangkan sejumlah produk antivirus corona dengan beragam varian selain kalung `jimat`.

Hal itu disampaikan lewat akun twitter resmi Kementerian Pertanian pada hari Sabtu 4 Juli 2020.

Dalam cuitan di twitter Kementan itu dijelaskan bahwa saat ini, Agro Inovasi tengah mengembangkan produk antivirus corona berbasis eucalyptus.

Produk antivirus ini bakal tersedia dalam berbagai bentuk seperti, inhaler, roll on, salep, balsem, dan diffuser.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi harapan baru dalam mencegah virus covid-19.

 

 

“Produk ini bukan merupakan obat bagi virus covid-19, namun bagian dr upaya pencegahan terjadinya infeksi covid-19. Berdasarkan uji lab, aroma eucalyptus memiliki kemampuan menghancurkan sel virus influenza dan gamma corona,” kicaunya ditwitter.

Kepala BB Penelitian Veteriner Indi Dharmayanti dalam keterangannya menyatakan, produk ini efektif digunakan setiap hari.

Kata dia, dengan penggunaan 5 – 15 menit, inhalasi akan efektif bekerja sampai ke alveolus. Konsentrasi 1 persen bisa membunuh virus 80-100 %.

Hingga saat ini, Kementan telah dan terus melakukan penelitian dalam mengembangkan produk tersebut. Kementan sebatas melakukan penelitian, sementara produksi dilakukan oleh pihak swasta.

Kementan bekerja sama dengan PT Eagle Indo Pharma untuk produksi dalam negeri.

Sedangkan untuk produksi luar negeri, Kementan juga tengah melakukan pendekatan kerja sama dengan mitra asing seperti perusahaan Kobayadshi dari Jepang dan Aptar Pharma dari Rusia.

Kementan memastikan, produk sudah siap diproduksi secara massal. Dalam dua minggu ke depan, diharapkan produk sudah bisa digunakan oleh masyarakat luas. []

You may also like...