Bermodalkan Smartpone dan Pulsa, Puluhan Juta Mengaliri Kantong Welas Asih Setiap Bulannya

Prime Banner

PONOROGO – “Saya meninggalkan Hong Kong bukan karena Finish Contract, tapi karena tiba-tiba harus pulang lantaran anak semata wayang saya sakit” kenang Welas Asih, combatan Negeri Beton tahun 2016 saat menerima Apakabaronline.com pada Kamis (11/07/2019) kemarin.

Welas Asih merupakan warga Dusun  Kedungwatu Desa Bancangan Sambit Ponorogo yang ingin tetap bisa membangun kekuatan finansial meski tidak lagi berada di perantauan. Keyakinannya bahwa Allah Maha Kaya dan rejeki bisa dicari dimana-mana membuat semangatnya untuk belajar dan ingin tahu terus menyala.

“Saya sempat bingung mau usaha apa setelah di rumah. Sampai akhirnya nemu ide mendatangkan barang dari China untuk saya jual” lanjutnya.

Bermodalkan Smarphone, perempuan yang smart ini kemudian belajar banyak mengenai bagaimana cara mengimpor barang, hingga jaringan yang harus dimiliki serta yang paling utama tentu margin keuntungan setelah barang yang diimpor laku terjual.

“Pertama saat masih mencoba, saya mendatangkan sedikit. Dan ternyata kena cukai masuk yang cukup tinggi” kenang Welas.

Tak ingin menyerah, ibu satu anak ini terus berusaha menemukan cara agar tetap bisa mendatangkan barang dari China dengan biaya yang rendah. Informasi dari internet yang dia akses dari smartphonenyalah yang dia akui sebagai guru. Welas berkenalan dengan beberapa fowarder jasa import barang.

Perkenalan Welas dengan fowarder ini kemudian menjadi tonggak tercapainya niatan Welas untuk mendatangkan barang dalam jumlah besar dengan biaya yang murah.

“Saya belanja dalam kisaran puluhan juta. 50 juta saya belanjakan barang sekaligus ongkos pengiriman dan jasa fowarder. Lalu, saya jual lagi dengan jaringan pasar online dan keuntungannya Alhamdulilah bisa 100% dari modal.” Terang Welas.

Setiap bulan, dalam hitungan puluhan juta rupiah Welas terus mendatangkan barang. Meluadsnya jaringan yang dia miliki menjadi pertanda berkembangnya usaha yang dia jalankan.

Update informasi, merupakan kebutuhan penting yang menjadi keharusan untuk selalu Welas lakukan, terlebih usaha yang Welas lakukan sangat bergantung pada cepatnya perubahan keadaan.

“Tapi sekarang saya harus merubah cara. Sebab jika mengimport barang seperti sebelumnya, biaya mendatangkannya di Indonesia mahal sekali. Saya tidak bisa lagi bersaing dipasar, harga harus saya naikkan, sedangkan pungutan masuk ke Indonesia dua tahun belakangan naik lebih dari 100%.” Keluh Welas.

Tak putus asa, meski terjadi perubahan regulasi terkait bea impor di Indonesia, Welas tetap masih bisa menyiasatinya, dan usaha berjualan barang impor tetap berjalan sebagaimana biasa.

“Sekarang saya tidak mendatangkan dan nyetok disini seperti dulu. Tapi cukup dropship saja dengan jaringan saya di luar negeri. Alhamdulilah, dengan cara seperti ini, keuntungannya malah lebih banyak dibanding dengan mendatangkan dan nyetok disini” terang Welas.

Sosok Welas Asih, merupakan bukti, keberanian, kemauan dan usaha serius merupakan modal untuk bisa bukan saja bertahan, namun berdaya di kampung halaman. [Asa]

You may also like...