Dalam Islam, Benarkah Mengurus Rumah dan Anak Adalah Kewajiban Istri ?

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Ada anggapan di Indonesia bahwa perempuan wajib mengurus pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, menyapu dan lainnya. Tugas ini bertambah berat saat perempuan mesti mengurus anak.

Bagaimana Islam memandang hal itu? Ustadzah Leah Mallery menyatakan perempuan tak wajib menunaikan pekerjaan rumah.

Perempuan memang punya tanggung jawab dalam berumah tangga, tapi mengurus rumah dan anak merupakan tugas bersama suami. Leah menyarankan suami dan istri seharusnya membuat kesepakatan akan tugas apa yang bisa dilakukan masing-masing.

“Anda dapat menemukan situs Islami yang menyatakan pekerjaan rumah adalah kewajiban istri, tapi klaim itu tak dilengkapi bukti,” kata Leah dilansir dari About Islam, Jumat (10/7).

Leah menemukan ada beberapa tugas istri dalam rumah tangga. Pertama, melindungi harta suami di dalam rumah sekaligus tak mengizinkan siapa saja masuk ke rumah tanpa kehadiran suami. Kedua, suami berhak berhubungan badan dengan istrinya dan begitu pula sebaliknya. Ketiga, membiarkan suami menunaikan tugas qawwamnya yaitu mengurus dan melindungi istri serta anak.

Jadi tugas rumah tangga dan anak menjadi kewajiban siapa? Leah merujuk pada hadits yang dikisahkan dari Aisyah dimana Nabi Muhammad ternyata menunaikan pekerjaan rumah tangga.

“Dalam hadits itu ada kata minhah berarti Nabi Muhammad tak sekadar membantu tapi menjadikan tugas rumah tangga sebagai pekerjaan. Ketika tiba waktu sholat, barulah Beliau pergi,” kata Leah mengutip hadits tersebut.

Dalam hal mengurus anak, Leah menyebut tak ada bukti konkrit perempuan harus mengemban tugas itu sendiri walau ada asumsi perempuan pada hakikatnya bertugas mengasuh anak. Namun, Nabi Muhammad mengajarkan menjadi ayah yang penyayang dan turut serta dalam perkembangan anak.

“Memang benar secara sejarah tugas mengasuh anak dilakukan perempuan, tapi tak ada indikasi tugas itu sepenuhnya dilakukan perempuan dalam Islam,” ujar Leah.

Leah menekankan Islam tak mendikte tugas rumah tangga hanya dilakukan perempuan. Leah mengimbau pasutri berdiskusi akan kegiatan rumah tangga apa yang bisa dilakukan masing-masing.

“Bicarakanlah pada suamimu. Jelaskan dan sediakan bukti tugas itu kewajiban bersama,” kata Leah. []

You may also like...