Prime banner

Ketika berlibur tentunya setiap orang akan mempersiapkan dan mengepak segala sesuatu hal yang dibutuhkan. Mulai dari busana hingga peralatan elektronik. Rasanya power bank adalah salah satu alat elektronik yang tak luput dari bawaan para wisatawan.

Namun, baru-baru ini Direktorat Jenderal Perhubungan Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengatur soal ketentuan power bank yang boleh dibawa ke dalam pesawat dalam SE Nomor 015 Tahun 2018. Ketentuan tersebut dikeluarkan guna mengutamakan keselamatan dalam penerbangan.

Bahaya, Samsung Galaxy Note 7 Dilarang Di Penerbangan

Dalam edaran tersebut diatur, Power bank berkapasitas diatas 100 Wh atau 27.000 mAh dilarang masuk bagasi pesawat. Hanya powerbank yang berkapasitas di bawah 27.000 mAh dengan voltase 3.6V – 3.85V saja yang bisa disimpan di dalam bagasi.

Sedangkan Power Bank yang diatas 100Wh tetapi dibawah 160 Wh, jika mendapat persetujuan pihak maskapai, diperbolehkan dibawa ke bagasi kabin. Power Bank berkapasitas 160 Wh keatas dilarang dibawa naik ke pesawat, baik di bagasi, maupun kabin.

Demikian hal tersebut disampaikan Kementerian Perhubungan. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan, akan mencabut lisensi pengelola bandara jika tidak sesuai dengan ketentuan tersebut.

Mulai 15 Januari 2018, Koper Jenis Ini Dilarang Dalam Penerbangan

Karenanya, personel keamanan penerbangan harus melakukan pengawasan terkait barang berbahaya yang diperbolehkan atau yang tidak diperbolehkan di kabin pesawat. Sesuai dengan aturan-aturan keamanan internasional dan nasional.

Semua barang berbahaya yang tidak diizinkan masuk kabin pesawat harus ditolak sejak mulai pemeriksaan penumpang dan bagasi kabinnya di bandara.

“Untuk itu personel keamanan penerbangan (aviation security / avsec) harus memahami peraturan yang berlaku terkait berbahaya dan diimplementasikan dengan cermat dan tegas dengan sikap simpatik,” kata Agus. []