Demi Mencari Biaya Pengobatan Putrinya yang Tidak Punya Anus, Nurhayati Nekad Menjadi PMI Hong Kong

Prime Banner

MAJALENGKA – Kurang beruntung, begitulah yang dialami oleh MRA (7 tahun) putri ketiga pasangan Waryani – Nurhayati warga RT 01/03, Blok Jumat, Desa Maja Utara, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka ini.

Sejak lahir pada 2 September tujuh tahun silam, MRA tidak memiliki anus. Akibatnya, MRA terpaksa buang air besar (BAB) tidak seperti yang dilakukan oleh orang lain umumnya. Sebagai gantinya, dia BAB dari ‘pintu depan,’ sama dengan saat buang air kecil.

Bahkan, saat masih usia sekitar 2 tahun, dia kerap menangis hingga kejang setiap kali BAB.

“Kalau sekarang-sekarang mah sudah tidak nangis lagi, mungkin karena sudah terbiasa. Paling (perutnya) masih kembung. Di bagian belakang, ada keriput-keriput, tapi tidak ada lubang seperti pada umumnya,” kata Waryani, saat berbincang dengan koresponden ApakabarOnline.com di kediamannya, Jumat (08/11/2019) kemarin.

Selama 7 tahun itu, ujar dia, MRA sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin atau RSHS Bandung untuk mendapat pemeriksaan. Namun, dia urung mendapat penanganan lantaran saat itu usia Misel masih sangat belia.

“Saat masih usia bulanan, belum memungkinkan. Kalau tidak salah, katanya dipicu karena saat hamil, istri saya sempat terjatuh. Selama mengandung (MRA) nggak ada keanehan, sama seperti saat hamil kakak-kakaknya,” ujar dia.

Tidak ingin kondisi anaknya terus berlanjut, Waryani sangat berharap MRA bisa dibawa ke rumah sakit untuk dioperasi. Namun, kondisi ekonomi membuat Waryani tidak bisa leluasa untuk mewujudkan harapan itu meski mengaku memiliki Kartu BPJS Kesehatan.

“Istri saya berangkat jadi TKW ke Hong Kong sejak 2 minggu lalu. Saya sudah ngobrol dengan Neng (MRA), mau nggak diobatin. Dia jawab mau,” kata Waryani.[]

You may also like...

Leave a Reply