Dengan 18.205 Kasus Positif, Singapura Masih Bertahan Menjadi Negara Tertinggi Kasus Corona Se-ASEAN

Ilustrasi Foto SCMP
Ilustrasi Foto SCMP
Prime Banner

SINGAPURA – Pageblug COVID-19 melanda hampir seluruh negara di dunia. Seluruh negara didunia melakukan upaya sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dalam melawan wabah yang per hari ini (04/05/2020) telah menginfeksi 3,507,691 orang dan mengakibatkan 247.470 orang terinfeksi meninggal dunia.

Singapura yang merupakan negara tetangga Indonesia sampai dengan saat ini masih bertahan menduduki urutan tertinggi negara di ASEAN dengan kasus COVID-19 terbanyak, yakni 18.205.

Mengutip Asia One, Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan per 3 Mei 2020 ada 657 kasus baru virus corona di negara itu. Sebagian besar dari kasus baru di Singapura adalah para pekerja migran yang tinggal diasrama. Hanya 10 orang saja yang diketahui merupakan warga negara Singapura.

Jumlah kasus baru pada 3 Mei 2020 ini naik dibanding sehari sebelumnya yang tercatat ada 447 kasus.

Kementerian Kesehatan Singapura menyebut jumlah kasus virus corona dikalangan para pekerja migran fluktuatif dalam beberapa hari terakhir karena adanya pembersihan kasus yang menumpuk di sebuah labolatorium. Labolatorium itu sekarang ini masih berupaya menstabilkan operasinya.

Sejauh ini jumlah pasien virus corona di Singapura yang berhasil sembuh sebanyak 1.347 orang. Sedangkan pasien yang meninggal karena virus ini 17 orang.

Sementara itu, dalam waktu dekat, meskipun gelombang pageblug COVID-19 di negara berlambang kepala singa tersebut belum reda, berencana akan kembali mengaktifkan beberapa sektor finansialnya.

Mengutip Kantor Berita Reuters, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing mengatakan, pihaknya akan meningkat kegiatan manufaktur di Singapura.

“Sektor-sektor yang terkait dengan rantai pasokan global seperti biofarmasi dan petrokimia serta manufaktur presisi akan menjadi sektor-sektor prioritas,” kata Chan Chun Sing, Senin (04/05/2020).

Chan melanjutkan, kantor-kantor dan pabrik-pabrik akan menerapkan langkah-langkah yang ditentukan untuk meminimalkan risiko infeksi sebelum dapat dibuka kembali.

Dia menambahkan, mereka yang dapat bekerja dari rumah harus terus melakukannya di masa mendatang.

“Jadi kami tidak akan dapat membuka beberapa outlet hiburan sosial, tetapi kami akan fokus pada kapasitas produksi dan kemampuan produksi kami terlebih dahulu,” imbuh Chan.

Rencananya, Singapura akan mulai mengizinkan beberapa bisnis untuk dibuka kembali mulai 12 Mei. []

You may also like...