Dianggap Berhasil Benahi Pengelolaan PMI di Jatim, Pak Dhe Karwo Terima Gelar Doktor HC dari UMM

Prime Banner

MALANG – Gubernur Jawa Timur(Jatim), Soekarwo menangis saat menerima gelar Doktor Honoris Causa(HC) bidang Pendidikan Vokasi Kerakyatan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (27/12).

Maaf saya `gembeng (cengeng) karena saya bersyukur dan sangat berterima kasih kepada semuanya, katanya, di penghujung pidato ilmiahnya saat sidang terbuka senat di Dome UMM, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pakde Karwo mulai menitikkan air mata saat mengucapkan terima kasih yang diawali kepada orang tua, istri dan anak-anaknya, keluarga serta kerabatnya yang telah mendidik sehingga dapat memberikan jalan manfaat bagi orang lain.

“Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan tempat yang mulia kepada almarhum kedua orang tua saya, almarhum Bapak Kartodiharjo dan almarhumah Ibu Dasiyem, ujarnya.

Gelar diraih atas komitmen dalam pembangunan daerah dan masyarakat dalam aspek perekonomian selama 2 periode memimpin Jawa Timur.

Penganugerahan berlangsung dalam sebuah prosesi Sidang Senat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dihadiri para pejabat, sahabat, dan rekan kerja. Tampak hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi dan Dewan Perimbangan Presiden (Wantipres) Malik Fajar.

“Jadi tahun 2013, saya melakukan cheking tenaga kerja kita yang unskillnya 60 persen. Kan itu rawan sekali, sehingga menjadi TKW dan lain sebagainya. Kemudian 2014 data terakhir saya sudah 57 persen,” kata Soekarwo dalam penjelasannya di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (27/12).

Mulai Maret 2014, Soekarwo menjelaskan, pihaknya melakukan langkah segera yaitu membuat SMK Mini yang diperuntukkan bagi anak-anak drop out sekolah. Sebanyak 270 SMK mini didirikan, namun dalam perjalanannya hanya 264 SMK mini terealisasi.

Saat itu, dia mengungkapkan, komposisi lulusan SMK dan SMA tidak sebanding ditambah hampir 80 persen lulusannya tidak memiliki tempat praktek. SMK Mini harus memproduk tenaga kerja dengan 6 bulan berkerja sama dengan standart Jerman, termasuk menyekolahkan guru-gurunya.

“SMK Mini itu yang kemudian diminati Perguruan Tinggi (PT) dan menjadi bahan sejumlah seminar,” tegasnya.

Promotor Prof. Dr. Yus M. Cholily, M.Si menerangkan, diterimanya gelar ini didasarkan atas 5 hal yakni prestasi kerja Soekarwo dalam bidang pembangunan daerah dan kemasyarakatan di Jawa Timur selama periode 2008 sampai 2018.

Selain itu, penghargaan prestasi kerja Soekarwo baik nasional maupun internasional yang jumlahnya mencapai 169 penghargaan. Dasar selanjutnya adalah prestasi luar biasa pada penyelenggaraan pendidikan vokasi di Jawa Timur.

Berikutnya, publikasi karya ilmiah dan karya pembangunan Soekarwo yang telah dipresentasikan dalam forum ilmiah, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional. Serta tentunya terpenuhinya persyaratan pada pedoman pemberian gelar kehormatan di lingkungan UMM.

“Atas pertimbangan dan penilaian tersebut, tim Promotor menyatakan bahwa Promovendus atas nama Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum. dinyatakan layak untuk diberikan gelar doktor kehormatan,” papar Yus dalam pidato pertanggung jawaban tim Promotor.

Sementara Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. menyatakan, pemberian penghargaan kepada tokoh yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan pemartabatan hidup masyarakat, telah lama menjadi tradisi yang dikembangkan UMM.

“Hal ini merupakan salah satu cara kami untuk mengimplementasikan visi yang menjadi semangat, yakni UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa,” katanya.

Penghargaan Doktor Honoris Causa bidang Pendidikan Vokasi Kerakyatan kepada Soearwo, sambungnya, merupakan salah satu ritual akademik dari rentetan panjang pendidikan vokasi yang diselenggarakan UMM.

“Program Vokasi ini untuk menjawab problematika bangsa, khususnya menyiapkan generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing,” paparnya. []

You may also like...