October 21, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Gegara Dinyatakan KLB Corona, Ribuan Perantau Pulang Kampung Tinggalkan Jakarta

2 min read
Prime Banner

MADIUN – Selain merantau ke luar negeri menjadi PMI, warga Madiun Raya juga banyak yang merantau ke Ibukota Jakarta untuk meniti karir dan bekerja. Tak hanya warga Madiun Raya, Ibukota Jakarta juga menjadi magnet perantauan jutaan manusia dari seluruh pelosok Indonesia.

Namun, semenjak kondisi Jakarta dinyatakan berstatus KLB Corona, jutaan warga yang merantau berangsur-angsur memilih untuk pulang kampung meninggalkan Jakarta.

Pantauan ApakabarOnline.com, di pintu kedatangan penumpang kereta asal keberangkatan Jakarta tiga hari belakangan, banyak penumpang yang turun di kawasan Madiun untuk tujuan pulang kampung, menghindari kondisi wabah corona di Jakarta.

Tak hanya penumpang kereta api, beberapa agen bus Antar Kota Antar Provinsi juga menyatakan mengalami kenaikan penumpang tidak seperti hari biasanya, dengan latar belakang yang sama.

Seorang penumpang bernama Mahsun asal Kebonsari Madiun misalnya. Bertemu di pintu kedatangan penumpang stasiun Madiun pagi ini menuturkan kepulangannya untuk menghindari corona.

“Kita gak bisa menyebut gimana lagi kondisi Jakarta mas. Dimana-mana setiap saat selalu muncul dan bertambah korban positif. Rata dah sekarang. Sudah banyak kelurahan di Jaktim, pusat, Jakbar, Jaksel sampe Jakut kena corona” tutur Mahsun.

Mahsun terlihat keluar dari pintu kedatangan penumpang beserta istri dan dua anaknya.

“Belum tahu mas sampai kapan saya pulang, yang pasti sampai Jakarta aman” pungkas Mahsun.

Sementara itu, informasi yang didapat ApakabarOnline.com dari jaringan korespondensi, di kawasan Sukoharjo – Wonigiri – Karanganyar, arus kedatangan penumpang dari Jakarta tak jauh berbeda dengan di Madiun.

Mengutip Detik.com, belasan ribu perantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) nekat mudik kampung halamannya di Wonogiri.

Pemkab Wonogiri pun menyiapkan sejumlah langkah mengantisipasi penyebaran virus Corona. Lonjakan pemudik ini dapat dilihat kedatangan di terminal bus Wonogiri.

“Selama delapan hari tercatat total bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang datang 876 armada dengan membawa penumpang sebanyak 14.140 orang. Pelonjakan jumlah kedatangan penumpang sebanyak ini biasanya terjadi pada saat arus mudik Lebaran, tapi kali ini setelah Jakarta berstatus tanggap darurat Corona,” ungkap Kepala Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, kemarin (25/03/2020).

Agus merinci pada 15 Maret jumlah kedatangan bus AKAP di Wonogiri sebanyak 96 armada dengan penumpang 1.364 orang. Kemudian pada 16 Maret sebanyak 99 bus, jumlah penumpang 1.401.

Berturut-turut pada 17 Maret sebanyak 91 bus dengan penumpang 1.422 orang, pada 18 Maret 95 bus dan 1.404 penumpang. Selanjutnya pada 19 Maret 118 bus, dan 1.797 penumpang.

Kemudian pada 20 Maret 125 bus dan penumpang 2.124 orang. Bertambah lagi pada tanggal 21 Maret 121 bus penumpang 2.003 orang. Pada 22 Maret ada 131 dengan penumpang 2.625 orang.

“Paling menonjol peningkatan jumlah penumpang terjadi selama empat hari yakni mulai 19 Maret hingga 22 Maret. Rata-rata tiap hari mengalami kenaikan sekitar 500-700 orang,” terang dia. []

Advertisement