October 21, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Gegara Rutin Menyampaikan Data, Jubir Corona Dijuluki Pembawa Berita Kematian

1 min read
Prime Banner

JAKARTA –  Tak lama setelah virus corona masuk ke Indonesia, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto langsung menunjuk Achmad Yurianto menjadi juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19. Namun, ternyata karena sering menyampaikan data soal korban covid-19, dia mengaku dirinya dijuluki sebagai pembawa berita kematian.

Hal itu diungkapkan Yuri di acara launching buku `Menghadang Corona` di ruang Fraksi PAN, Gedung DPR, Jakarta, Jumat (10/07/2020).

“Apa sih yang dibutuhkan masyarakat dalam menangani Corona? Bukan saya pelesetkan, saya omongkan dengan data yang saya miliki sehingga di awal-awal dengan 15 menit saya menerangkan, 10 menit untuk edukasi, dan 5 menit terakhir untuk umumkan data,” kata Yuri seperti dikutip dari detikcom.

“Yang selalu dipakai semua adalah tontonan 5 menit terakhir, sehingga Achmad Yurianto pembawa berita kematian. Sepuluh menitnya (edukasi Corona) hilang,” tambahnya.

Dia bahkan sudah berusaha agar julukan itu hilang. Namun, hingga saat ini masih saja berlaku.

“Sampai saya akali yang 5 menit saya pindah-pindahin, saya potong-potong, data positif tak tambahin edukasi. Begitu saya ngomong di YouTube, dirangkai lagi jadi itu (data kematian). Jadi inilah yang kemudian saya berterima kasih mendapat julukan pembawa berita kematian,” ungkap Yuri.

Yuri mengaku beruntung setelah dr Reisa Broto Asmoro ditunjuk sebagai tim komunikasi di Gugus Tugas membantu dia. Menurutnya, semenjak dr Reisa tampil pembawaan informasi Corona sudah tidak menakutkan lagi.

“Begitu partner saya ditunjuk oleh Kementerian Komunikasi, muncul Reisa, saya minta untuk edukasi baru berubah pandangan bahwa covid tidak menakutkan lagi. Tidak menakutkan lagi covid, yang baca covid maksudnya,” tutupnya. []

Advertisement