Gemar Beraktifitas Dengan Telanjang Di Rumah Majikan, Ana Dikembalikan Ke Agen Yang Menyalurkan

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Ana (35) seorang pekerja rumah tangga yang baru tiga minggu bekerja di rumah seorang chef ternama, Wang, harus menerima kenyataan, diberhentikan kemudian dikembalikan ke agen yang menyalurkan oleh majikannya secara sepihak.

Pasalnya, Ana yang diambil oleh Wang dari agency dengan tujuan untuk merawat ibunya yang berusia 87 tahun berperilaku tidak senonoh di rumah majikannya.

Entah apa yang melatarbelakangi, seminggu pertama Ana masuk bekerja di rumah Wang relatif tidak pernah ada masalah. Semua dia kerjakan dengan sempurna.

Namun memasuki minggu kedua dan ketiga, gejala aneh mulai tampak. Kinerja Ana  menjadi turun. Saat berkoordinasi dengan Wang dalam sebuah pekerjaan rumah tangga, memasak misalnya, Ana sering melakukan kesalahan dan lamban.

Wang awalnya tidak mempermasalahkan hal tersebut, lantaran dia menduga barangkali Ana sedang lelah tubuhnya atau sedang memikul beban pikiran pribadi yang tidak diketahui oleh Wang sekeluarga. Kejadian ini masih ditoleransi oleh Wang dengan alasan kemanusiaan.

Memasuki minggu  ketiga, Ana menampakkan gejala tidak normal. Berkali-kali Ana keluar dari kamar mandi dalam kondisi telanjang berjalan dengan santai menuju kamar pribadinya. Dan saat sudah berada di dalam kamar, Ana juga tetap membiarkan pintu kamar terbuka lebar-lebar sedangkan dirinya masih dalam kondisi tanpa busana di dalam kamar.

Layaknya seseorang yang mengidap sexual exhibition, ketelanjangan dari kamar mandi tersebut meningkat dengan ketelanjangan saat beraktifitas didalam rumah. Ana beraktifitas menyapu lantai, membersihkan perabotan, maupun beraktifitas di dapur juga dalam kondisi telanjang dengan ekspresi wajah seolah tanpa beban.

Peristiwa ini oleh Wang sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Melihat dinamika perilaku Ana yang semakin tidak senonoh, Wang terpaksa mengembalikaan Ana ke agency yang menyalurkannya.

Keluhan Wang muncul di berbagai media lokal Singapura. Bahkan, Wang sempat memposting capture postingan dia di akun sosial media miliknya.

Wang berharap, peristiwa yang menimpa dirinya jangan sampai menimpa orang lain. Harapan Wang, agar agency lebih selektif dalam menyalurkan pekerja rumah tangga asing sehingga tidak ditemukan lagi pekerja rumah tangga yang bekerja dengan kondisi bermasalah dengan kejiwaannya sebagaimana yang terjadi pada Ana.

Wang sama sekali tidak pernah menyebut, PRT asing bernama Ana yang bekerja padanya berasal dari negara mana, namun dalam postingan di sosial media miliknya, Wang menyebut kata Indon. Pun demikian dengan agency tempaatnya mengambil Ana juga sama sekali tidak pernah disebut. []

You may also like...