Hati-Hati Istidraj, Jebakan Berupa Nikmat yang Disegerakan oleh Allah

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Sebagain dari kita, mungkin pernah heran melihat orang yang ahli maksiat, sama sekali tidak pernah beribadah, tetapi mempunyai kenikmatan yang menyilaukan.

Sementara di sisi lain, kita melihat pula ada orang yang ahli ibadah, selalu berdoa kepada Allah agar urusannya dimudahkan, tetapi hidupnya berada dalam kesulitan.

Bagi kaum yang beriman, keadaan tersebut tidak semestinya dirisaukan karena Allah menggariskan segala sesuatunya pasti memiliki maksud di baliknya.

Dalam Islam, keadaan ketika seseorang berada dalam kenikmatan yang luar biasa padahal ia sama sekali tidak peduli dengan Allah disebut dengan istilah Istidraj.

Istidraj harus selalu diwaspadai oleh setiap muslim karena keadaan ini bisa mengelabui. Kita bisa terpedaya dengan segala nikmat yang diterima sehingga bisa jadi kita lupa kalau semua itu berasal dari Allah.

Dari Uqbah bin Amir, Rasulullah saw bersabda, “Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah Istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad).

Allah Swt juga telah mengingatkan kepada kita bahwa kesenangan yang kita peroleh (Istidraj) bisa memperdaya setiap orang.

Dalam Surah Al-An’am ayat 44 dikatakan,

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44).

Di dalam Al-Qur’an, kita juga bisa belajar kisah-kisah orang terdahulu yang lupa terhadap Allah ta’ala berkat nikmat yang menipunya.

Qarun misalnya, ia adalah seorang lelaki yang kaya raya di mana konon kunci gudang penyimpanan hartanya tidak kuat diangkat oleh 40 orang karena saking banyaknya.

Akan tetapi, ia terpedaya dengan harta tersebut hingga akhirnya ia mendapat hukuman dari Allah dan seluruh hartanya ditelan bumi.

Istidraj ini sangat berbahaya sampai-sampai Sahabat Umar bin Khathab pernah berdoa agar dijauhkan dari Istidraj.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu menjadi mustadraj (orang yang ditarik dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan).” (Doa Umar bin Khathab yang ditulis dalam Kitab Al-Umm karangan Imam Sayfii). Wallahu a’lam.[HM]

You may also like...