October 30, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Jarang Orang Yang Tahu, Sebab Warga Hong Kong Gemar Memakai Masker

2 min read
Masks have become part of essential attire among Hongkongers. (Photo Sam Tsang SCMP)

Masks have become part of essential attire among Hongkongers. (Photo Sam Tsang SCMP)

Prime Banner

HONG KONG – Mengenakan masker, sepertinya telah menjadi tradisi dan mudah sekali ditemukan di Hong kong sejak sebelum pageblug corona melanda. Pada musim-musim tertentu, terutama musim flu mewabah, pemandangan warga berlalu lalang mengena kan masker, bukan hal yang aneh lagi.

Namun sebenarnya sejak kapan dan apa sebabnya orang Hong Kong gemar mengenakan masker ?

Mengutip artikel di South China Morning Post (SCMP), enam minggu setelah kejadian World Trade Centre pada September 2001, Central’s Pottinger Street menjual topeng karet berwajah Osama bin Laden untuk Halloween.

18 bulan setelah itu saat perang di Irak segera dimulai, seorang pekerja televisi di Kuwait bernama Raymond Wong mengenakan gas mask untuk memberi laporan seputar senjata kimia.

Hal itu terjadi pada minggu kedua Maret 2003. Para tenaga medis di Prince of Wales Hospital di Sha Tin terlanjut jatuh sakit secara misterius.

Segera setelah itu, terjadi sindrom pernapasan akut berat (SARS) yang diungkap sebagai senjata biologis yang nyata.

Dalam tiga bulan setelah muncul, SARS akan membunuh 299 orang di Hong Kong, dan 274 orang di seluruh dunia.

Walaupun virus corona ( Covid-19 ) kini mendominasi secara global, namun Hong Kong SARS merupakan pengalaman yang lebih mematikan.

Dalam keputusasaan, kota berubah menjadi lautan masker. Dahulu, sama seperti sekarang, Hong Kong kekurangan pasokan masker.

Sama seperti sekarang, dahulu mereka juga tidak memiliki bukti kuat bahwa mereka memberikan perlindungan penuh.

Meskipun kamu mengenakan masker secara rutin saat berada di luar, tetapi virus tersebut tetap bisa menghampirimu di rumah.

Single cluster terburuk pada saat itu terjadi di Amoy Gardens, Ngau Tau Kok yang membunuh 42 penghuninya melalui kamar mandinya.

Kendati demikian, terdapat sebuah kepercayaan bahwa masker akan melindungimu meski kamu mengenakannya menggantung di telinga, berada di bawah dagu, atau lembab karena napas yang dipenuhi kuman.

Setelah SARS, pemerintah harus membujuk masyarakat untuk melepaskan masker. Masker mungkin sebuah penopang di antara komunitas masyarakat, namun mereka bukanlah pemandangan yang baik untuk pariwisata.

Pada saat itu, kepercayaan pada administrasi Tung Chee-hwa menguap. Terdapat sebuah pawai yang menentang pemberlakuan undang-undang keamanan nasional.

Pawai tersebut terjadi pada 1 Juli 2003. Tepatnya delapan hari setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menghapus Hong Kong dari daftar kota yang terdampak SARS.

Pawai yang diikuti oleh kerumunan setengah juta orang tersebut merupakan protes pasca-penyerahan kedaulatan atas Hong Kong terbesar.

Sepanjang protes tahun lalu yang dimulai guna menentang amandemen undang-undang lain, bendera kolonial Inggris berkibar di atas kerumunan. Sekali lagi, masyarakat mengumpat di balik masker mereka, termasuk gas mask.

Beberapa hari ini, terlihat beberapa masker berwarna biru pucat yang secara sengaja dibuang di sepanjang jalan dari Kennedy Town menuju Victoria Road.

Meski begitu, masih terlihat seorang ibu yang mengenakan masker kepada anaknya yang menangis sembari merapihkan masker di wajah anaknya. []

Advertisement