October 22, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Kasus Positif di Ponorogo Terus Bertambah, di Zona Merah Dilarang Gelar Sholat Id dan Rapid Tes Masal Hari Ini Dilakukan

2 min read
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Prime Banner

PONOROGO – Upaya serius membendung masuknya virus COVID-19 ke Bumi Reyog Ponorogo yang selama ini termasuk dilakukan sejak pertengahan Maret 2020 silam dengan pengetatan akses masuk di enam pintu masuk wilayah Kabupaten Ponorogo rupanya tidak membuat Bumi Reyog terbebas dari paparan virus.

Diawali dengan menolak kedatangan pedagang sayur asal Magetan, Kabupaten Ponorogo kemasukan virus COVID-19 gelombang pertama justru berasal dari ASN nya yang mengikuti pelatihan panitia haji di asrama haji sukolilo Surabaya.

Berawal dari klaster tersebut, klaster-klaster lainnya menyusul berdatangan memberikan sumbangan kasus positif COVID-19 yang hingga hari ini (20/05/2020) telah berjumlah  18 orang.

Menyikapi hal tersebut, Ponorogo merubah strategi menyesuaikan dengan kondisi. Kini, sejak sepekan belakangan, seluruh pintu masuk Kabupaten Ponorogo tak lagi diperketat sebagaimana sebelumnya. Bahkan, beberapa pos penjagaan di beberapa pintu masuk telah dibongkar.

Mobilitas warga yang berkaitan dengan kegiatan perekonomian tampak lebih dilonggarkan namun dengan tetap mematuhi protokol COVID-19.

Trkait dengan screening pendeteksian dan pemantauan penyebaran COVID-19, Ponorogo akan melakukan rapid test masal yang telah dilakukan sejak kemarin malam (19/05/2020) dan akan dilanjutkan hari ini (20/05/2020).

Kemarin (19/05/2020), rapid test masal telah dilakukan di beberapa tempat perbelanjaan yang padat pengunjung yakni kawasan pertokoan Luwes, serta di kawasan Jalan Baru yakni kawasan yang berjuluk Malioboronya Ponorogo.

Hari ini, rapid test akan dilanjutkan di kawasan Pudsat Penampungan Pasar Legi Ponorogo.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menyatakan, Pemkab penyiapkan 1000 rapid tes bantuan Propinsi Jatim dan juga bantuan dari anggota DPRRI Sri Wahyuni.

“Dari 18 pasien positif ini berasal dari klaster THKI Sukolilo, Temboro dan lain-lain. Nah, apakah benar hanya dari kalster itu saja , makanya mulai malam ini dilakukan rapid tes di tempat-tempat umum diambil secara acak (sampling). Jangan-jangan di tempat berkumpulnya orang-orang itu ada yang positif. Tapi mudah-mudahan hasilnya negatif semua,” jelas Ipong.

Pantauan ApakabarOnline.com, menjelang Idul Fitri, pusat-pusat perbelanjaan baik tradisional maupun modern memang nyaris dipenuhi pengunjung dengan perilaku yang sadari atau tidak, telah mengabaikan protokol COVID-19.

Pada kesempatan itu Bupati juga menyatakan, ada penambahan 1 pasien positif. Jika pada Senin (18/05/2020) ada 17 positof, maka ada tambahan 1 lagi dari klaster Temboro. Diakui Bupati dinamika perkembangan covid 19 di Ponorogo cukup pesat. Untuk itu pihaknya mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menyangkut kegiatan masyarakat terutama menjelang pelaksanaan sholat Idul fitri 1441 hijriyah.

“Tata cara sholat idul fitri adalah di rumah, kalau pun terpaksa ke masjid maka harus ikuti protokoler kesehatan. Dan desa-desa yang terdapat pasien positif atau zona merah , maka dilarang menyelenggarakan sholat Ied,” imbuh Ipong.

Ipong juga menjelaskan dari 18 pasien positif ini , 8 sudah sembuh, 9 orang dirawat  di RSU dan 1 orang meninggal dunia.[]

 

Advertisement