Kedai Bakso Tutus, Hantarkan Alumni Hong Kong Miliki Banyak Karyawan Bergaji 2-3 Juta Setiap Bulan

Prime Banner

MALANG – Richa Susanti yang akrab disapa Richa Susan pulang merantau dari Hong Kong pada tahun 2013, sebelum membuka usaha bakso tutus, ia terlebih dahulu berjualan nasi dan bubble tea di Tegalgondo belakang areal Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang. Bubble tea tidak dilanjutkan, karena pangsa pasar yang kurang baik.

Lalu, ia membuka Kedai Bakso Tutus untuk pertama kalinya di area kampus UMM 3, lalu di Jl Mulyo Agung, Ndermo, Dau-Sengkaling.

Sebelum sebesar sekarang, Richa sempat mengalami kegagalan demi kegagalan. Dari mulai kontrak tempat diputus sepihak dengan alasan mau dipakai pemiliknya sendiri, padahal tempat sudah direnovasi habis-habisan sampai diusir dan digusur. Melelahkan, bukan?

Tentu. Namun, karena Richa sejak awal mendirikan usaha bertujuan untuk mengusir niatan kembali merantau, jadi apapun rintangan dan halangan ia hadapi dan mencari solusi terbaiknya.

“ Ya, ingin lebih dekat keluarga. Menikmati tumbuh kembang anak dan mengisi hari dengan kegiatan yang menghasilkan. Maklum, waktu itu saya single parent…” tutur Richa kepada ApakabarOnline.com saat mengunjungi kedai Kedua Bakso Tutus di Jalan Rajawali No 55, Kendalsari-Ngijo, Karangploso-Malang.

Suami pertama Richa meninggal saat ia masih di Hong Kong.

Kreatif, Inovatif dan Unik sebagai Kunci Sukses

Setiap usaha pasti ada naik-turun dan berbagai rintangan. Begitupun usaha Richa yang sempat naik dan turun, ia pun sigap mencari solusi di setiap masalahnya.

“Kalau bisa setiap masalah kita cari jalan keluarnya saat itu juga, jangan menunda- nunda agar masalah tidak berlarut-larut. Saya kadang suka survei kesukaan pembeli dari dolan ke tempat-tempat kuliner. Sebagai pengusaha kita harus kreatif biar tidak mudah ditiru, harus inovatif biar usaha langgeng dan selalu tampil unik dan elegan. Bagi saya itulah kunci sukses sebuah usaha..” jelasnya.

Bagi  alumni Mandiri Sahabatku Angkatan Pertama ini,  usaha makanan tidak akan habis di suatu momen saja, karena manusia pasti butuh makanan yang cocok dan mengena di lidah. Mereka akan kembali, lagi dan lagi ketika sajian kita tetap terjaga kualitasnya.

Banyak varian bakso di kedai Richa. Mulai dari bakso halus, kasar, beranak, mercon, keju hingga bakso kotak pedas. Kedai bakso dengan konsep prasmanan ini harganya terbilang terjangkau dan bersahabat, tidak mahal pun tidak murah-an. Pelayanannya juga ramah dan santun.

“ Tetap nyaman di kantong setiap kalangan, hanya punya lima ribu saja sudah bisa makan bakso di kedai kami..” tambah Richa.

Konsep yang dipilih perempuan yang pernah bekerja di Mei Foo dan Mong Kok inipun sederhana namun elegan, di setiap cabang pasti dilengkapi dengan taman asri. Sangat cocok buat pengunjung yang mengajak anak-anaknya, mereka bisa bermain dan makan bakso dengan bahagia. Pun, tersedia mushola dan tempat parkir yang luas.

Kenapa dinamakan Bakso Tutus?

Richa mengaku memilih nama “Bakso Tutus” untuk menciptakan sesuatu yang beda dan membuat penasaran banyak orang. Tutus berasal dari Bahasa Jawa, tali. Tali dari bambu yang digunakan untuk menusuk tetelan/sate tutus. Saat ini tutus tersebut sudah mulai jarang ada, Richa mensiasatinya dengan tusuk sate yang terbuat dari bambu.

Jadi, selain ada sate tutus, juga ada sate puyuh, babat dan paru. Saat ini Bakso Tutus sudah membuka cabang ketiga yang beralamatkan di Jalan Suko Raharjo-Kepanjen, Malang (Di depan SMP 3 Kepanjen dan Balai Desa Suko Raharjo).

Richa selalu belajar dari kesalahan dan kegagalan yang pernah ia alami, semua butuh proses, do’a dan ikhtiar. Maka dari itu, Richa selalu menyisihkan sebagian keuntungan untuk kaum dhuafa dan berusaha menjadi donatur tetap sebuah yayasan baik di Malang maupun di luar daerah.

“Selain sedekah, kami juga menerima kritik dan saran dengan lapang dada. Semua itu baik untuk kemajuan usaha kita, namanya saja usaha makanan, pasti ada satu dua tiga pelanggan yang kurang cocok atau banyak mau. Itu rintangan di setiap kedai dan resto yang biasa terjadi..” kata Richa.

Combatan Hong Kong yang di setiap memulai usaha tidak memikirkan untung dan rugi, laku atau tidak ini hanya ingin usahanya terus berproses dan bermanfaat buat masayarakat sekitar. Bila seorang pekerja mendapat gaji dari Richa 2-3 juta per bulannya, kira-kira omzet harian Richa berapa, hayo?

Minum Gratis di setiap Jum’at

Selain sedekah uang, Bakso Tutus Richa juga meng-gratiskan minuman di setiap Hari Jum’at, hari yang dipercayai sebagai hari penuh rahmat dan keberkahan. Selain penduduk sekitar, pelanggan Bakso Tutus juga mayoritas dari luar kota. Ada mahasiswa, pegawai pun pekerja dari berbagai perusahaan di Malang, Singosari dan Surabaya.

“Pegusaha yang baik itu tidak melulu mengejar keuntungan yang banyak, harus bisa menjadikan tempat usaha sebagai lahan penebar kebaikan. Agar usahanya lancar dan berkah..” ujar Richa yang menerapkan sistem milik bersama dengan para pegawainya.

Dengan sistem itu setiap pekerja akan otomatis mempunyai tanggung jawab yang sama pada setiap kesempatan dan saat melayani pelanggan. Richa juga mengajak kerjasama berbagai pihak untuk kemajuan usahanya. Ada ragam katering, travel pariwisata, sekolah-sekolah dan hotel. Menerima reservasi rapat, ulang tahun dan pesta kecil-kecilan semacam anniversary.

Tempat Richa ini sangat strategis untuk usaha kuliner, disamping dekat area wisata dan pendidikan juga dekat dengan gedung-gedung pemerintahan daerah.

Suka Duka Bakso Tutus

Richa mengaku banyak sukanya dibanding duka, karena sejak awal ia membuka usaha dengan niatan menggapai berkah dan tidak berniat merantau lagi sejak memutuskan berwirausaha di tanah air. Pengalaman usaha tidak didapat di manapun, di sekolah pun tidak ada pelajaran berharga ini.

“Sukanya ya saat usaha kita diterima masyarakat luas, saat saya bisa memberi lapangan pekerjaaan kepada orang yang membutuhkan dan saat bekerja dekat dengan keluarga. Tidak jauh seperti saat saya di Hong Kong waktu itu. Mempunyai tim yang solid juga salah satu kebahagiaan yang saya rasakan..” jelas Richa.

Ia juga menyediakan bakso instan/frozen bakso untuk memudahkan pelanggan yang berdomisili sangat jauh. Untuk dukanya, Richa mengaku kecewa saat tertipu. Pihak yang mengontrakkan lahan untuk Richa waktu itu masih dalam sengketa, ia mengaku tidak hanya rugi materil tapi juga krisis kepercayaan.

“Saya selalu menjaga amanah dan kepercayaan kepada setiap orang, selalu berpikir positif dan berbaik sangka. Jadi, pengalaman kecewa bisa dengan mudah dilupakan dengan pikiran optimis bahwa saya bisa mendapatkan yang lebih baik lagi. Selalu ada jalan buat kita yang punya niat baik..” tambah Richa.

Ia juga meng-gratiskan 1000 bakso di setiap opening/launching kedai baru. Tujuannya selain menggapai keberkahan juga sebagai sarana promosi gratis. Saat ini Bakso Tutus sudah ada layanan Go Food. Selama ApakabarOnline.com berada di kedai tersebut, sudah puluhan kali ping yang terdengar dari aplikasi tersebut.

Iyupz.. Sebagai penutup, Richa hanya bisa berpesan buat teman-teman yang sedang di rantau untuk selalu menggunakan kesempatan untuk mengumpulkan modal. Setiap usaha pasti butuh modal, tempat, mental kuat dan niat. Jangan takut untuk pulang, memulai usaha dan berniat tidak merantau lagi.

Jangan takut pula pada kegagalan, karena setiap kegagalan adalah pembelajaran untuk mencari solusi dan bersiap menjemput kesuksesan. Lebih jeli lagi melihat peluang dan mengolah keuangan di manapun dengan baik dan tertata.

Hong Kong banyak sisi positifnya, bukan? Ia mengajarkan disiplin, pantang menyerah, tidak menunda pekerjaan dan menghargai waktu. Untuk sahabat yang ingin belajar atau sharing pengalaman dengan Richa, langsung datang saja ke cabang-cabang terdekat Bakso Tutus di Malang Raya. Untuk pemesanan bakso bisa juga via ponsel, 082244440845. Selamat Berwirausaha.. !!!  [Anna Ilham]

This slideshow requires JavaScript.

You may also like...