Kesalahan-Kesalahan yang Jarang Disadari Saat Bersedekah

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Allah Swt memberikan rezeki bagi tiap-tiap hambanya sesuai dengan kebutuhannya. Meski demikian, kita memiliki kewajiban untuk menyisihkan sebagain dari rezeki kita untuk orang lain.

“Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (sedekah) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipatgandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugerahNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Terdapat banyak sekali keutamaan dari sedekah selain mendapatkan pahala dari Allah, kita juga membantu orang lain. Namun, dalam bersedekah terkadang kita tak menyadari sedang melakukan kesalahan. Kesalahan ini jika terus dilakukan bisa menjadi timbunan dosa yang berakibat pada berkurangnya pahala sedekah.

 

  1. Menunda waktu sedekah

Sebagian dari kita mungkin berpikir bahwa yang bisa bersedekah hanyalah orang yang sudah mampu secara materi. Namun, sedekah tak hanya bisa dilakukan dengan materi, bahkan menolong orang lain dengan jasa pun kita sudah bisa bersedekah.

Selain itu, sedekah juga tak akan mengurangi apa yang kita miliki. Seperti janji Allah yang akan melipat gandakan apa yang kita berikan kepada orang lain.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda, “Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, ‘Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan’.” (HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032).

 

  1. Menghitung sedekah yang sudah diberikan kepada orang lain

Dalam bersedekah, sebaiknya jangan menghitungnya karena hal tersebut memungkinkan kita untuk merasa sombong kepada Allah.

“Bersedekahlah kamu dan jangan menghitung-hitung karena Allah akan menghitung-hitung pula pemberian-Nya kepadamu dan jangan kikir karena Allah akan kikir pula kepadamu.” (HR. Muslim).

 

  1. Mendamba Pujian

Janganlah sekalipun mengharapkan Pujian dari orang lain ketika kita bersedekah. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk bersedekah secara sembunyi-sembunyi, sebagaimana dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah mengibaratkan sedekah secara sembunyi-sembunyi ibarat tangan kiri tak mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanan.

 

  1. Tidak bersedekah kepada orang terdekat

Dalam bersedekah, terdapat prioritas di mana orang-orang yang lebih dekat dengan kita harus lebih didahulukan. Dalam surah Al-Baqarah ayat 215, dijelaskan bahwa harta yang dinafkahkan sebaiknya diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang sedang dalam perjalan.

Selain itu, Rasulullah juga menjabarkan pahala yang kita dapat dari sedekah bergantung pada ke mana sedekah tersebut diberikan.

“Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin pahalanya satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat pahalanya dua, yaitu pahala sedekah dan pahala menjalin hubungan kekerabatan.” (HR. Nasa’I, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

 

  1. Mengungkit sedekah

Mengungkit sedekah yang telah kita berikan kepada orang lain merupakan perbuatan yang memalukan. Hal ini disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 264.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).”

Wallahu A’lam.[Rahmawati]

You may also like...