Prime banner

KWUN TONG – Puluhan buruh migran Indonesia (BMI) mengikuti tes pap smear di United Christian Nethersole Community Health Service, Kwun Tong, Minggu (17/9). Pap smear adalah prosedur untuk menguji kehadiran kanker serviks pada wanita. Manfaat pap smear adalah deteksi dini kanker serviks yang sangat penting untuk pengobatan sejak pra kanker, sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih besar.

Pemeriksaan pap smear juga dapat mendeteksi perubahan sel-sel leher rahim, yang kemungkinan dapat berubah menjadi kanker di masa depan.

Mengenal Kanker Payudara dan Kanker Serviks

”Penyelenggaraan kegiatan ini terdorong oleh keprihatinan saya melihat dan mendengar keluhan teman-teman BMI, terutama pada bagian kewanitaan dan payudara. Kebanyakan mereka sulit mencari informasi, harus bagaimana dan ke mana. Dari situlah saya berusaha mencari info dan menjadi jembatan bagi teman-teman,” ungkap Ayuk Rahayu, BMI yang mengkoordinir peserta pap smear.

Menurut Ayuk, dirinya terdorong menjembatani BMI untuk melakukan pap smear karena adiknya sendiri divonis mengidap kanker payudara. Ada empat klinik yang ditunjuk untuk melakukan tes pap smear ini.

”Cuma, karena saya mengajukan daftar untuk 112 orang sekaligus, tentu pihak klinik kaget. Apalagi ditambah permohonan saya minta dibuka pelayanan hari Minggu, tentu ini dianggap permintaan yang aneh,” jelasnya.

Setelah dua bulan menunggu, akhirnya permintaan Ayuk disetujui oleh pihak klinik. Pap smear gelombang satu telah dilakukan pada 23 Juli 2017 dengan 41 peserta. Sedangkan gelombang kedua dilakukan pada 17 September 2017 dengan 48 peserta. Meski mengadakan kegiatan pap smear secara mandiri, namun Ayuk tetap melaporkan kegiatan tersebut ke KJRI Hong Kong.

2 Cara yang Bisa Cegah Kematian Wanita Akibat Kanker Serviks

”Tanggapan KJRI bagus. Terbukti dengan adanya komunikasi KJRI dan pihak klinik,” ujarnya.

Ayuk berharap, teman-teman BMI yang belum ikut tes pap smear dapat segera bergabung.

”Ini karena tes pap smear sangat penting untuk semua perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan badan atau seks,” ungkap perempuan asal Kediri, Jawa Timur, tersebut. (hanna)

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner