October 21, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Masih Dirasa Perlu, Aturan Social Distance di Hong Kong Diperpanjang

1 min read
Chief Executive Hong Kong, Carrie Lam (Foto HK01)

Chief Executive Hong Kong, Carrie Lam (Foto HK01)

Prime Banner

HONG KONG – Cheif Executive Hong Kong, Carrie Lam, kemarin (20/04/2020) menyampaikan perkembangan pageblug COVID-19 di Hong Kong. Disamping dinamika perkembangan pandemi, hal penting yang disampaikan oleh Carrie Lam adalah memperpanjang pemberlakuan social distance atau menjaga jarak fisik yang selama ini telah diberlakukan seperti pelarangan berkumpul lebih dari empat orang, pertemuan publik dan lain sebagainya.

Dalam keterangan yang disampaikan didepan awak media, Carrie Lam menyebut akan memperpanjang pemberlakuan aturan tersebut hingga 7 Mei 2020 nanti.

Hal mendasar perpanjangan aturan tersebut dilatar belakangi Hong Kong masih harus waspada terhadap penyebaran virus COVID-19.

Berbicara kepada wartawan sebelum pertemuan Dewan Eksekutif mingguan, Lam mengakui itu adalah keputusan yang sulit karena dampak buruk yang dibawa ke warga dan dunia bisnis, tetapi dia mencatat bahwa Hong Kong sudah lebih baik daripada banyak tempat lain karena Hong Kong tidak sampai harus melakukan lockdown.

“Pemerintah sepenuhnya memahami bahwa warga Hong Kong merasa tidak berdaya bahwa mereka telah kehilangan kegiatan sosial normal mereka. Banyak ketidaknyamanan disebabkan oleh kegiatan rekreasi mereka. Tapi kita harus menoleransi itu untuk beberapa waktu, “kata Lam.

“Saya sampai pada pandangan ini bersama dengan saran dari para ahli dan kolega saya bahwa untuk saat ini, keseimbangan yang lebih baik akan tercapai dan pendekatan yang lebih aman untuk memastikan bahwa semua kesuksesan yang telah dicapai Hong Kong selama tiga bulan terakhir akan tidak sia-sia, adalah untuk memperpanjang langkah-langkah jarak sosial ini selama 14 hari, “katanya. []

Advertisement