Membalik Bully Menjadi Motivasi, Seorang OB Berhasil Menjadi Petani Dengan Penghasilan 20 Juta Per Bulan

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Menjadi orang yang sukses merupakan impian banyak orang. Namun, kesuksesan tersebut tentu tak bisa diraih dengan mudah. Butuh kerja keras dan usaha agar dapat meraih mimpi tersebut.

Hal tersebut juga turut dilakukan oleh seorang Petani muda asal Imogiri, Bantul, DIY, bernama Raga (26). Kisah perjalanannya menjadi Petani sukses, ia ceritakan pada kanal YouTube CapCapung, pada September 2017 lalu.

Cerita tersebut dimulai pada tahun 2015. Saat itu, Raga yang bekerja serabutan, mulai kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga yang semakin tinggi. Meski sempat bekerja sebagai Office Boy (OB) di salah satu perusahaan swasta, namun gajinya tetap tidak mencukupi.

Ia pun mencari cara agar penghasilannya bertambah, yakni dengan memanfaatkan lahan milik mertua. Mulanya, Raga berpikir bahwa bertani itu sulit. Terutama bagi anak muda seperti dirinya.

“Awalnya saya menghiraukan, Petani itu apa. Ya kotor, panas, melelahkan. Sedangkan untuk orang muda seperti saya, pertanian itu sepertinya susah,” katanya.

Kemudian, pada sekitar awal tahun 2016, Raga memutuskan untuk belajar bertani bersama mertuanya. Mulai dari menanam bawang merah, cabai, serta berbagai tanaman lainnya.

Tak disangka, hasil dari bertaninya tersebut sudah terlihat sejak dua bulan pertama. Raga tak menyangka jika penghasilannya saat itu sangat memuaskan. Hingga saat ini, Raga bahkan dapat menghasilkan uang sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta di setiap bulan dari 80 kg bibit yang ia tanam.

“Dari awal 2016 saya bertani sampai sekarang alhamdulillah penghasilan saya cukup besar. 80 kilo dari bibit, saya bisa menghasilkan uang kurang lebihnya Rp20 juta sekali panen,” ungkapnya.

Dari penghasilan barunya tersebut, Raga dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Tak hanya itu, hasil bertani yang telah tekuni juga membuat Raga bisa membangun rumahnya sendiri.

Meski sempat diremehkan oleh Petani lain, Raga kini telah membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi seorang Petani muda yang sukses.

“Dan dulu saya pertama kali bertani dipandang sama orang-orang kampung saya, saya itu dianggap orang remeh. Istilahnya cengeng. Apakah kamu bisa bertani apakah kamu bisa kayak gini,” jelasnya.

“Nah, dari orang-orang itu pun saya mengambil itu bukan seolah-olah jadi seperti bully, atau untuk mendownkan niat saya untuk menjadi seorang Petani. Saya itu balik menjadi motivasi biar saya bisa menjadi Petani sukses,” lanjutnya.[SNF]

Simak Videonya :

You may also like...