Membawa Nama Indonesia, PMI Diharap Bisa Menjadi Duta Indonesia yang Baik

This picture taken on October 13, 2019 shows Indonesian migrant workers gathered together at Victoria Park in Hong Kong. - There are more than 370,000 domestic workers, overwhelmingly women from Indonesia and the Philippines, who keep Hong Kong ticking, often toiling for little pay and living in cramped conditions. But over the last four months of huge and increasingly violent pro-democracy rallies, the areas where domestic workers rest on Sundays have frequently become battlegrounds between police and protesters. (Photo by Mohd RASFAN / AFP) / TO GO WITH HongKong-unrest-politics-China,FOCUS by Yan ZHAO
Prime Banner

JAKARTA – Pemerintah menaruh harap kepada para pekerja migran untuk dapat menjadi duta Indonesia. Mereka diharapkan dapat ikut mempromosikan pariwisata di Indonesia.

“Mereka juga bisa menjadi duta wisata Indonesia, mereka bisa menjelaskan destinasi wisata prioritas,” kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (05/12/2019), seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, hal penting juga yang harus dimiliki oleh para pekerja migran adalah kecintaannya kepada Tanah Air Indonesia. Jangan sampai, ideologi dan nilai-nilai keindonesiaan mereka terkikis ketika bekerja di luar negeri.

“Teman-teman pekerja migran juga harus dibangun ideologinya dan kebanggaan mereka atas Tanah Air itu harus dibangun,” tegasnya.

Menurut Ida, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pariwisata meluncurkan upaya pelatihan sebagai duta wisata dan penanaman ideologi bangsa. Nota Kesepahaman pun akan ditandatangani pada saat perayaan hari Migrant Day di Malang, Jawa Timur pada 18 Desember 2019.

Untuk implementasinya, penanaman ideologi dan promosi lima destinasi wisata itu akan dilakukan melalui pelatihan-pelatihan di balai latihan kerja.

Dijelaskan, kecintaan terhadap ideologi dan Tanah Air diharapkan dapat mencegah paparan nilai-nilai ekstremisme kepada pekerja migran di luar negeri. Menaker menyatakan prihatin atas adanya pekerja migran yang dideportasi diduga karena terpapar radikalisme.

Ida telah menemui Presiden Joko Widodo pada Kamis siang membahas sejumlah hal antara lain peran balai latihan kerja dan perlindungan pekerja migran di Indonesia. []

You may also like...