October 21, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Meminimalkan PMI Pulang ke Indonesia, Kemnaker Upayakan PMI Dapat Perpanjangan Kontrak Kerja

2 min read
Feature Image 10 Ribu Kontrak Baru PRT Asing di Hong Kong Gagal Terpenuhi (Foto SCMP)

Feature Image 10 Ribu Kontrak Baru PRT Asing di Hong Kong Gagal Terpenuhi (Foto SCMP)

Prime Banner

JAKARTA – Gelombang kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) dari negara penempatan ke Indonesia disebut menjadi permasalahan tersendiri yang harus diantisipasi dengan serius dibawah pageblug COVID-19 kali ini. Pasalnya, negara asal tempat mereka bekerja masuk zona merah, perjalanan mereka pulang ke tanah air tidak ada jaminan aman penularan, dan jumlah mereka yang sangat besar memerlukan perhatian.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mendorong agar para pekerja migran Indonesia (PMI) tidak pulang ke Tanah Air kecuali dalam kondisi tertentu. Salah satunya dengan mendorong adanya perpanjangan kontrak kerja kepada PMI di luar negari.

Dikutip dari Bisnis.com, Plt Direktur Jenderal Binapenta Kementerian Ketenagakerjaan Aris Wahyudi membenarkan jika mengacu pada data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) akan ada setidaknya ada 34.300 orang pekerja migran dari 54 negara penempatan yang akan habis kontrak pada Mei – Juni 2020.

“Itu pertama dari laporan perjanjian kerja atau kontrak yang akan berakhir Mei-Juni. Tadi kami baru webinar sama Aku Indoneia, komunitas [PMI] di Hongkong. Intinya ada beberapa yang bisa memperpanjang kontrak, tapi ada juga yang tidak bisa,” kata Aris.

Sejauh ini, imbuhnya, dari hasil video conference bersama atase tenaga kerja di luar negeri, baru Korea Selatan yang menawarkan perpanjangan kontrak.

“Jadi misalnya seperti Korea Selatan, mereka memberikan 3 bulan kesempatan perpanjangan kontrak. Kalau dengan tempat kerja lama tidak bisa diperpanjang, boleh pindah majikan atau tempat kerja. Intinya sesuai surat kita ke perwakilan untuk mengerem atau menhindari keinginan kebutuhan pulang.”

Namun, khusus PMI dengan kondisi tertentu seperti kontrak sudah habis dan tidak bisa diperpanjang, habis masa visa dan tidak bisa diperpanjang hingga deportasi, maka mereka bisa pulang ke Tanah Air.

“Nah, kalau mau pulang kita sudah sampaikan protokol kesehatan harus dipenuhi.”

Adapun dia menambahkan, pada Senin dini hari, akan tiba sekitar 164 WNI dari Qatar di Indonesia. Para WNI tersebut tercakup dalam program Amnesty dimana mereka disewakan pesawat untuk pulang ke tanah air.  164 WNI tersebut terdiri dari pekerja migran, keluarga kedutaan besar dan mahasiswa. []

 

Advertisement