October 21, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mengulas Sebab-Sebab Kasus Covid-19 di Jatim yang Terus Meninggi

2 min read
FEATURE IMAGE Mengulas Sebab-Sebab Kasus Covid-19 di Jatim yang Terus Meninggi (foto istimewa)

FEATURE IMAGE Mengulas Sebab-Sebab Kasus Covid-19 di Jatim yang Terus Meninggi (foto istimewa)

Prime Banner

SURABAYA – Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah terpapar covid-19 tertinggi di Indonesia. Disusul DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. Hingga saat ini (14/07/2020), kasus positif covid-19 di Jawa Timur mencapai 17.230, sembuh 6.961, dan meninggal 1.247. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko Wahyono menilai, hal itu disebabkan kurang seriusnya masyarakat dan pemerintah setempat dalam menangani virus mematikan ini.

Menurutnya, orang yang positif covid-19 dengan gejala ringan tidak patuh dalam menjalankan isolasi mandiri di rumah. Pasalnya, kebanyakan kasus positif memiliki gejala ringan, sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Kemudian, kata Miko, masyarakat Jawa Timur seakan menyepelekan covid-19 dengan keluar rumah tanpa menggunakan masker dan menjaga jarak aman. Bahkan, banyak ditemui kerumunan orang di tempat-tempat nongkrong.

“Masyarakatnya tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Pakai masker jaga jaraknya tidak selalu dilakukan,” kata Miko dikutip dari Validnews , Selasa (14/07/2020).

Di sisi lain, pemerintah provinsi Jawa Timur seakan tak serius melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Seharusnya, kata dia, pemerintah Jawa Timur bisa berpikir inovatif dan berani dalam mengambil langkah.

Ia paham PSBB secara ketat akan mengakibatkan kerugian dari sisi ekonomi. Masyarakat banyak yang tidak bisa beraktivitas mencari pundi-pundi uang untuk menghidupi keluarga. Di sinilah Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus bertindak.

Apabila PSBB di tingkat provinsi dirasa berdampak negatif terhadap ekonomi, maka lakukan PSBB di tingkat kabupaten. Jika masih rugi secara ekonomi, segera lakukan PSBB di tingkat kecamatan.

“Kalau masih rugi juga, lakukan PSBB di tingkat kelurahan. Masih rugi lagi, lakukan PSBB di tingkat RW,” kata dia.

Dengan begitu, Miko yakin covid-19 di Jawa Timur akan bisa ditangani dengan baik. Saran yang dia katakan berlaku juga untuk provinsi-provinsi lainnya di Tanah Air.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Bambang Wibowo mengatakan, pihaknya terus melakukan dan meningkatkan pencegahan di Jawa Timur. Namun, apa yang dilakukan pemerintah harus didukung oleh masyarakat setempat.

“Jadi, kalau masyarakatnya kurang disiplin, bisa jadi seperti itu (kasus terus tinggi),” kata Bambang. []

Advertisement