Menjadi Kantong PMI, Harga Tanah dan Bangunan Semakin Tinggi

Prime Banner

PONOROGO – Tempat tinggal merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Pemenuhan kebutuhan akan lahan untuk tempat tinggal, dengan semakin bertambahnya jumlah manusia, tentu menjadi semakin mahal nilainya. Terlebih, peningkatan angka pendapatan juga dituding menjadi penentu tinggi atau rendahnya harga properti untuk kebutuhan ini.

Hal tersebut diakui oleh Supriyanto, mantan pialang PPTKIS yang kini banting setir menjadi broker properti alias makelar tanah. Warga Ponorogo ini mengaku, laju percepatan harga tanah di Bumi Reog cenderung paling tinggi dibanding Kota/Kabupaten tetangga. Supri menduga kuat, status kantong pekerja migran yang disandang Ponorogo menjadi salah satu pemicu mahalnya harga lahan.

“Sejak banyak yang kerja ke luar negeri, sejak jumlah TKI semakin bertambah banyak, harga tanah dan bangunan di Ponorogo mahalnya tidak seperti tetangganya” terang Supri kepada ApakabarOnline.com.

“Entah kenapa, keberadaan TKI kok bisa bikin begini. Padahal sebenarnya kalau dilihat dari sisi besarnya penghasilan, banyak kok kawasan lain yang penghasilan rata-rata sebagian penduduk lebih besar dari TKI. Seperti daerah industri, pertanian, pariwisata tapi laju percepatannya tidak seperti disini. “ terang Supri.

Mantan pekerja migran Indonesia di Taiwan melihat, di Ponorogo ada beberapa kecamatan yang memiliki harga tanah sangat tinggi.

“Jetis, Siman, Mlarak, Kauman, ini termasuk yang paling tinggi.” imbuhnya.

Kondisi tingginya harga tanah, menurut Supri merupakan peluang investasi yang cukup bagus.

“Sebelum uang digunakan untuk modal usaha, sebelum menemukan ide usaha, tidak salah uang diinvestasikan ke tanah. Tunggu saja, dalam setahun dua tahun, perubahan nilai bisa lebih dari 100% lho.” lanjutnya.

Menurut Supri, banyak PMI yang masih di luar negeri berbondong-bondong berinvestasi ke tanah. Dan hal tersebutlah menurutnya yang membuat laju percepatan investasi tanah di Ponorogo cukup pesat.

“Rame, semua pada beli tanah. Ini saya yakin menjadi sebab harga tanah cepet naik” jelasnya.

Namun demikian, menurut Supri meskipun trend investasi tanah marak, untuk kawasan Ponorogo dalam prediksinya tidak akan mengenal istilah lesu lantaran gairah untuk membeli tanah semakin lama semakin banyak dilakukan warganya.

“Tapi ingat, kalau mau inves tanah, harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti posisi, legalitas, selanjutnya harga.” Pungkasnya. []

You may also like...

Leave a Reply