Nasihat Bagi Wanita yang Terlambat Menikah

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Banyak orang terlambat menikah, terutama wanita. Rumah-rumah penuh dengan para wanita (lajang), di semua tempat. Tidak ada yang kosong dari mereka melainkan rumah yang dirahmati Rabbku, mereka ini banyak (wanita yang belum menikah).

PERTAMA: Bersabar.

Rasulullah ﷺ mengatakan kepada anak paman beliau Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam sebuah hadits yang panjang: “Ketahuilah, sungguh pertolongan itu (datang) bersama dengan kesabaran, kelapangan (jalan keluar) itu bersama dengan kesulitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.”

KEDUA: Menyibukkan diri dengan banyak dzikrullah ‘Azza wa Jalla, baik berupa do’a, membaca Al-Qur’an, wirid, tasbih, tahlil, dan takbir, terutama pada waktu-waktu yang utama yaitu di akhir sepertiga malam yang pertama, waktu-waktu terakhir hari jum’at, dan ketika turun hujan.

Kami memohon kepada Allah suami yang shalih yang menolongnya menegakkan agama dan dunianya. Bukan sekedar (sembarang) pasangan, karena sebagian istri tidak menjadi nikmat. Bahkan ia menjadi siksaan, menjengkelkan dan mengganggu. Berapa banyak wanita yang tadinya memiliki agama yang baik kemudian terfitnah? Akhirnya ia terjatuh ke dalam berbagai kemaksiatan.

KETIGA: Yakin dengan jalan keluar yang dijanjikan Allah kepada setiap orang yang bertakwa, dan ini mencakup baik laki-laki maupun perempuan.

Allah ﷻ berfirman: “Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangkanya.” (Q.S Ath-Thalaq: 2-3)

KEEMPAT: Hendaknya mereka membuang rasa sedih itu ke belakang punggung mereka. Kesedihan tidak bermanfaat. Bahkan yang diyakini, kesedihan adalah jalan syaithan ke kalbu mereka.

Terkadang keputusasaan wanita ini (dan putus asa adalah diharamkan) membawa ke tempat-tempat jelek, membawa ke jalan yang buruk.

Hendaknya ia bertakwa kepada Allah, bersabar, dan mengharapkan pahala, karena Allah ﷻ tidak akan menyia-nyiakannya.

Peganglah kuat-kuat agama yang dianugerahkan Allah kepadamu.

Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Tidak sepantasnya seseorang membuka pintu bagi kesedihan dan penyesalan untuk memasuki hatinya. Karena hal itu hanya membuatnya resah dan bisa merusak kehidupannya bahkan dapat merusak agamanya.” (Fath Dzil Jalali wal Ikram, XI/69)

Asy-Syeikh Ibnu Utsaimin berkata:

“Jangan engkau disetir oleh perasaan. Sebab, perasaan itu jika tidak dibangun di atas akal dan syari’at, ia akan menjadi badai yang menerbangkanmu dan menghempaskan dirimu ke dalam neraka.” (Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin 24/532). []

Penulis : Rini

You may also like...